Comeback Emas Indonesia di Asian Games 2026, John Herdman Soroti Taktik, dan Drama 1-1 Belanda vs Jerman
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Tim badminton Indonesia mencetak sejarah baru dengan merebut medali emas Asian Games 2026 setelah berhasil membalikkan keadaan dari defisit 0-2 menjadi kemenangan 3-2 atas China. Perolehan medali ini menjadi pucuk tertinggi dari perjuangan skuat Merah Putih di ajang multi-cabang tersebut. Moh Zaki Ubaidillah menjadi pahlawan penentu kemenangan dengan mengalahkan Weng Hongyang dalam final beregu putra yang berlangsung di Ichinoya City Municipal Gymnasium pada Kamis (24/9). Keberhasilan ini memastikan posisi Indonesia di puncak klasemen medali, sebuah capaian yang menegaskan dominasi mereka di kancah Asia setelah bertahun-tahun berlalu.
Dari sisi teknis, comeback tim nasional merupakan hasil dari konsistensi performa di laga-laga krusial. Indonesia sempat tertinggal jauh setelah dua pertandingan pertama berakhir dengan kekalahan. Namun, tiga poin berikutnya dicetak secara beruntun untuk membalikkan keadaan. Alwi Farhan membuka kebangkitan tersebut, disusul oleh pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin yang menunjukkan sinergitas yang matang. Tekanan psikologis di laga kelima sangat tinggi, tetapi kemampuan Zaki Ubaidillah dalam membaca pola lawan memastikan poin terakhir bagi Indonesia. Detail kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad yang siap menghadapi tekanan kompetitif.
Di panggung sepak bola, perhatian beralih pada skuad Timnas Indonesia jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih kepala John Herdman baru-baru ini mengumumkan daftar nama pemain yang turut serta dalam turnamen tersebut. Keputusan signifikan diambil dengan mencoret sejumlah pemain bintang yang biasa berkostum Maung Bandung, termasuk Marc Klok, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders. Ketiganya justru menjadi bagian integral dari skuad dalam ajang Piala AFF 2026 sebelumnya, sehingga pengabaian mereka kali ini menimbulkan banyak pertanyaan dari kalangan publik dan analis. Herdman menjelaskan bahwa eksklusi ini bukan merupakan formasi final, melainkan bagian dari evaluasi taktis yang sedang dilakukan untuk turnamen mendatang.
Merespons keraguan tersebut, Herdman menegaskan bahwa pilihan pemain semata-mata didasari oleh kebutuhan strategi di lapangan. Ia memastikan tidak ada gesekan personal atau konflik di balik keputusan tersebut. "Untuk pemain-pemain yang tidak terpilih, pintu selalu terbuka. Seperti yang sudah saya katakan kepada mereka, penampilan mereka di level klub dan perjalanan karier mereka akan terus berbicara," kata Herdman dalam pengumuman resminya. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa performa konsisten di kompetisi liga domestik akan tetap menjadi standar utama pertimbangan seleksi ke depannya.
Di Eropa, laga UEFA Nations League menyajikan drama akhir pekan dengan hasil seri 1-1 antara Belanda dan Jerman. Felix Nmecha membawa Jerman unggul lebih dulu pada menit ke-32, sebuah gol yang mengindikasikan dominasi penguasaan bola tim tamu di babak kedua. Momen tersebut sempat memberikan harapan bagi pelatih baru Jerman, yang tengah mengawal debutnya di posisi penting. Namun, Cody Gakpo menjadi penentu kelimpungan tuan rumah dengan mencetak gol penyeimbang di masa injury time. Laga berakhir dengan skor kacamata bagi kedua manajer, Xavi Hernandez dan Jurgen Klopp, yang sama-sama merangkai kemenangan di kompetisi resmi bersama timnas masing-masing.
Analisis Redaksi
Perubahan drastis strategi Herdman menandai era baru dalam filosofi seleksi pemain timnas Indonesia. Jika pada fase kualifikasi sebelumnya pemain-pemain Liga 1 seperti Klok dan Reijnders menjadi poros utama, penghapusan mereka kini mengisyaratkan pergeseran prioritas pelatih. Logis untuk berasumsi bahwa Herdman mencari variasi formasi atau pemain dengan atribut taktis berbeda untuk menghadapi kekuatan Asia Tenggara di ASEAN Cup 2026. Hal ini menunjukkan bahwa loyalitas klub tidak lagi menjadi jaminan tempat di skuad nasional; justru adaptabilitas terhadap skema permainan Herdman menjadi parameter utama.
Pada sisi lain, hasil imbang dalam debut resmi Klopp dan Xavi Hernandez memiliki implikasi psikologis penting bagi kedua kampiun. Bagi Jerman, kegagalan mempertahankan keunggulan dari Belanda di menit-menit akhir mengulangi pola lama mereka yang kerap rapuh di fase penutup. Bagi Belanda, gol Gakpo di injury time menjadi bekal berharga dalam mencari identitas kolektif di bawah arahan Xavi Hernandez. Bagi publik Indonesia, kombinasi berita ini memberikan gambaran dua arah yang berbeda: optimisme penuh dari hasil positif di badminton dan kebutuhan penyesuaian taktis dalam sepak bola. Keduanya menjadi penanda arah pembinaan olahraga nasional dan internasional di kuartal ini.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027

Gerrard Prediksi Tiga Klub Ini Bersaing Gelar Liga Inggris, Brighton Tak Masuk Akar
