Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Konser Ed Sheeran Digeser Jam Akhir Pekan Imbas Mundurnya All Opening Acts

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Konser Ed Sheeran Digeser Jam Akhir Pekan Imbas Mundurnya All Opening Acts
BAGIKAN:

Jadwal konser Ed Sheeran di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, resmi diundur beberapa jam menjadi pukul 20.00 waktu setempat pada 25 dan 26 September. Perubahan ini terjadi pasca pencoretan seluruh musisi pembuka atau opening acts dari line-up acara tersebut.

Western Mass Newspapers melaporkan penyesuaian waktu tersebut pada Kamis (24/9). Jadwal awal yang seharusnya dimulai pukul 17.30 ini berubah akibat absennya seluruh opening acts dari panggung utama. Keputusan penundaan ini diambil setelah rangkaian drama terkait keberanian politik para musisi pendamping memuncak.

Akar masalahnya bermula dari pencoretan rapper Macklemore, yang sebelumnya menyerukan dukungan pro-Palestina di panggung MetLife Stadium pada awal September 2026. Situasi ini diperburuk oleh ancaman langsung dari pemilik Gillette Stadium, miliarder Robert Kraft, yang menyatakan akan membatalkan konser jika Macklemore tidak didepak dari jadwal.

Tindakan itu memicu efek domino solidaritas. Jajaran penampil pembuka lainnya, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, memilih mundur secara sukarela. Akibatnya, rangkaian konser di markas klub American Football milik Kraft kini diprediksi akan diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (26/9).

Organisasi Massachusetts Peace Action (MAPA) menggalang aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik sensor oleh kalangan miliarder sekaligus penolakan atas tragedi kemanusiaan di Palestina. Massa diperkirakan akan lebih besar dibandingkan aksi di Philadelphia pekan lalu. Saat tampil solo di Philadelphia pada 21 September lalu, Sheeran yang berusia 35 tahun itu menyampaikan permohonan maaf dan menyebut minggu tersebut sebagai momen terburuk dalam hidupnya. Sheeran juga mengungkapkan kesedihannya terkait krisis kemanusiaan, menyatakan, "Hati saya hancur melihat skala kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak."

Analisis Redaksi

Perubahan jadwal ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan sinyal ketegangan yang semakin memanas antara industri hiburan komersial dan isu kebebasan berekspresi. Intervensi langsung dari pemilik venue seperti Robert Kraft menandai eskalasi konflik yang biasanya terjadi di ranah publik menjadi ranah komersial privat, memaksa artis utama mengambil risiko reputasi yang tinggi.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi kekerasan di arena konser tersebut. Dengan mundurnya seluruh opening acts dan ancaman kerumunan massa yang digalang MAPA, keamanan Gillette Stadium menghadapi tantangan ganda: menjaga ketertiban penonton dan meredam provokasi politik di tengah acara hiburan. Kehadiran Sheeran yang secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap korban sipil Palestina justru bisa memicu dinamika baru di antara penonton yang memiliki pandangan berbeda.

Secara logis, langkah selanjutnya akan ditentukan oleh manajemen acara dan otoritas keamanan lokal. Jika konflik membesar, potensi pembatalan total atau pembatasan akses bagi pengunjuk rasa menjadi skenario yang realistis. Kasus ini menguji batas antara hak properti pribadi untuk mengatur siapa yang tampil di tempatnya, dan hak publik untuk mengekspresikan solidaritas politik di ruang komersial.

Meow! Tanya Nesi!
😸