⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

KM Virgo Tenggelam di Masalembo: 42 Tewas, 93 Masih Hilang

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

KM Virgo Tenggelam di Masalembo: 42 Tewas, 93 Masih Hilang
BAGIKAN:

Empat puluh dua nyawa melayang dan sembilan puluh tiga lainnya masih dalam ketidakpastian setelah KM Virgo Transport 8 karam di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga Kamis (24/9), tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi empat belas jenazah tambahan dari badan kapal yang terbalik itu. Angka ini menambah daftar panjang tragedi maritim yang mengguncang Kalimantan Selatan dan Surabaya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan operasi pencarian belum selesai. "Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal, khususnya melalui penyelaman di dalam badan kapal," ujar Syafii dalam keterangan resminya. Fokus utama kini adalah menjangkau ruang-ruang sempit di lambung kapal yang tenggelam untuk menemukan korban yang mungkin terjebak di dalamnya.

Total manifest penumpang tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, seratus delapan orang dinyatakan selamat, sementara seratus lima puluh korban telah ditemukan oleh petugas. Empat belas jenazah yang baru diangkat hari ini segera dipindahkan ke KN SAR Pacitan. Proses evakuasi udara kemudian dilakukan menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther TNI AL menuju Banjarmasin.

Setibanya di daratan Kalimantan, para korban diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses identifikasi forensik. Langkah ini krusial mengingat kondisi fisik beberapa korban yang sulit dikenali akibat lama berada di dasar laut. Keluarga besar menunggu kabar pasti sambil berharap mukjizat bagi kerabat mereka yang masih berstatus hilang.

Tragedi ini bermula pada Minggu (13/9) dini hari. Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Cuaca buruk diduga menjadi penyebab utama hilangnya kendali kapal hingga akhirnya terbalik dan tenggelam. Penemuan bangkai kapal terjadi pada hari yang sama dengan laporan kehilangan, namun upaya penetrasi ke interior kapal membutuhkan waktu karena arus bawah laut yang kuat.

Analisis Redaksi

Prioritas mutlak sekarang adalah transparansi data dan kecepatan identifikasi DNA. Dengan 93 jiwa masih hilang, setiap jam sangat berharga bukan hanya untuk menyelamatkan hidup jika ada kemungkinan kecil bertahan, tetapi juga untuk memberikan kepastian hukum dan psikologis bagi ratusan keluarga. Keterlambatan informasi atau kesalahan administrasi dalam manifest bisa memperkeruh situasi sosial yang sudah rapuh.

Peristiwa ini sekali lagi membuka luka lama tentang standar keselamatan pelayaran rakyat di rute-rute antarpulau. Apakah prosedur darurat cukup cepat? Apakah komunikasi satelit berfungsi optimal saat badai? Investigasi pasca-insiden harus menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis ini agar tidak sekadar menjadi catatan kaki sejarah kelam transportasi laut Indonesia. Publik berhak tahu apakah ada faktor human error atau kegagalan sistematis yang dapat dicegah di masa depan.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸