IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Dua Analis Soroti Level Support Krusial
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (24/9), setelah sempat mencatatkan penguatan signifikan sehari sebelumnya. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks masih memiliki potensi pelemahan jangka pendek sebelum melanjutkan tren positif ke area berikutnya.
Herditya menjelaskan posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian wave A dari wave (x). Kondisi ini membuat indeks akan menguji area support di kisaran 6.208 hingga 6.258. "Setelah itu, area penguatan terdekat berada di 6.387-6.418," ujar Herditya dalam riset hariannya. Ia memproyeksikan pergerakan hari ini berada di rentang support 6.267 dan 6.108, serta resistance 6.440 dan 6.535. Beberapa saham yang direkomendasikannya meliputi CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR.
Sementara itu, pandangan berbeda namun saling melengkapi datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Menurutnya, indeks saham kini berada dalam fase penentuan arah pasca ditutup di atas level support psikologis 6.290. Peluang terjadinya false break terbuka lebar jika indeks mampu kembali menguat, meskipun risiko pelemahan lanjutan tetap membayangi pasar.
Ivan menegaskan bahwa konfirmasi false break akan semakin nyata jika IHSG berhasil menembus level 6.423. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko melanjutkan tren turun menuju support berikutnya di angka 6.159 masih sangat mungkin terjadi. Prediksi teknikalnya menempatkan support di level 6.159, 6.015, dan 5.850, dengan resistance di 6.423, 6.552, dan 6.712. Rekomendasi saham dari Ivan mencakup ANTM, BBCA, BBNI, dan UNVR.
Sebagai latar belakang, IHSG ditutup di level 6.374 pada perdagangan Rabu (23/9) sore. Indeks tersebut menguat sebesar 97,86 poin atau naik 1,56 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Aktivitas transaksi tercatat ramai, mencapai Rp12,89 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 36,79 miliar saham. Data RTI Infokom menunjukkan dominasi sentimen positif kemarin, dengan 448 saham menguat, 186 terkoreksi, dan 159 stagnan. Catatan redaksi menegaskan berita ini bukan rekomendasi investasi; keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca.
Analisis Redaksi
Divergensi proyeksi antara dua analis besar menandakan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah reli tajam kemarin. Koreksi jangka pendek yang diprediksi Herditya justru bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor ritel jika level support kunci bertahan. Sementara skenario Ivan tentang false break menekankan pentingnya volatilitas tinggi di sekitar level 6.400-an sebagai titik pertempuran antara pembeli dan penjual.
Publik perlu mewaspadai aksi ambil untung yang wajar setelah kenaikan hampir dua persen dalam satu hari. Jika IHSG gagal menembus resistance terdekat dan malah menembus support kritis, momentum bullish jangka menengah bisa tertunda lebih lama. Langkah logis bagi pelaku pasar adalah memantau likuiditas dan sektor-sektor defensif seperti perbankan dan konsumer yang direkomendasikan para analis, sembari menjaga disiplin manajemen risiko terhadap fluktuasi harga harian.
