Gempa M4,5 Guncang Perairan Komodo, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,5 pada Kamis pagi, 24 September 2026. Episenter gempabumi terletak pada koordinat spesifik di laut, tepatnya sekitar 31 kilometer ke arah Barat Laut (NNW) dari Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa alam ini terjadi pukul 06:30:26 WIB atau bertepatan dengan waktu setempat.
Berdasarkan analisis parameter awal, pusat kedalaman gempa tercatat dangkal hingga menengah, yang umumnya dirasakan oleh masyarakat di wilayah pesisir terdekat seperti Labuan Bajo maupun pulau-pulau kecil di sekitarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur signifikan maupun korban jiwa akibat getaran tersebut. Pihak berwenang setempat masih melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi keamanan warga pasca-guncangan.
Analisis Pakar Geofisika
Dari perspektif geotektonik, lokasi episenter berada di zona interaksi lempeng yang kompleks antara Lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif terhadap Lempeng Eurasia. Wilayah NTT dikenal memiliki struktur sesar aktif yang cukup padat, termasuk Sesar Flores Back Arc Thrust System. Gempa dengan magnitudo moderat seperti ini merupakan manifestasi pelepasan energi elastis dari akumulasi tegangan sepanjang bidang kontak antar-lempeng atau sesar lokal di kerak samudera dangkal. Secara historis, aktivitas seismik di perairan Komodo cenderung bersifat swarms (gerombolan) namun jarang menghasilkan deformasi dasar laut vertikal yang masif. Mengingat magnitudonya di bawah ambang batas destruktif tinggi dan mekanismenya didominasi geser horizontal tanpa komponen naik-turun (thrust) yang signifikan, potensi tsunami dapat dikesampingkan sepenuhnya. Namun, masyarakat tetap disarankan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan kecil yang umum terjadi sebagai proses penyesuaian keseimbangan setelah peristiwa utama.