Final Drama 3-2 atas China: Indonesia Putus Puasa 28 Tahun Emas Beregu Putra Asian Games 2026
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang megah di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Kamis (24/9), setelah tim beregu putra Indonesia mengunci kemenangan dramatis 3-2 atas juara bertahan, China.
- Kemenangan tipis ini sekaligus memutus rantai panjang tanpa medali emas cabang bulu tangkis bagi kontingen Merah Putih dalam ajang Asian Games.
- Emas tersebut diraih pada hari kelima setelah pembukaan, menjadi penenang bagi publik tanah air yang menantikan lumbung medali.
Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang megah di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Kamis (24/9), setelah tim beregu putra Indonesia mengunci kemenangan dramatis 3-2 atas juara bertahan, China.
Kemenangan tipis ini sekaligus memutus rantai panjang tanpa medali emas cabang bulu tangkis bagi kontingen Merah Putih dalam ajang Asian Games. Emas tersebut diraih pada hari kelima setelah pembukaan, menjadi penenang bagi publik tanah air yang menantikan lumbung medali.
Hasil akhir final memang tipis dan penuh ketegangan. China lebih dulu unggul jauh 2-0. Pebulu tangkis Shi Yuqi dan ganda Liang Weikeng/Wang Chang berhasil menundukkan Jonatan Christie serta pasangan Fajar Alfian/Muh Shohibul Fikri. Tampak seperti akhir telah tercapai bagi tim Nusantara. Namun, semangat juang Tim Merah Putih tidak patah. Alwi Farhan membuka asa Indonesia dengan mengalahkan Li Shifeng. Setelah itu, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin serta Moh Zaki Ubaidillah tampil solid untuk menundukkan He Ji Ting/Liu Yi dan Weng Hongyang.
Peringkat medali final Asian Games 2026 cabang badminton beregu putra pun tercatat ketat. China harus puas dengan medali perak, sedangkan perunggu menjadi milik India dan Thailand. Amri Syahnawi dan rekan-rekannya di skuad utama hormat menyanyikan lagu kebangsaan setelah prosesi penyerahan medali di podium kemenangan.
Prestasi ini menjadi pembuktian target yang dicanangkan. Bulu tangkis memang sejak awal ditargetkan menyumbang emas. Fakta historis mencatat, medali ini mengakhiri puasa panjang selama 28 tahun. Terakhir kali Indonesia juara beregu putra Asian Games adalah pada tahun 1998 di China.
Analisis Redaksi
Kemenangan 3-2 ini memiliki nilai moral yang besar melampaui sekadar statistik skor. Mengalahkan juara bertahan China yang sebelumnya unggul 2-0 menunjukkan kedalaman skuad dan ketangguhan mental yang dibangun bertahun-tahun. Bagi federasi olahraga nasional, hal ini menjadi sinyal positif bahwa regenerasi atlet di sektor beregu berjalan dengan baik.
Secara strategis, keberhasilan di Aichi ini menjadi fondasi menuju target-target besar internasional lainnya. Dengan menyingkirkan trauma kegagalan berturut-turut di level beregu, Indonesia kini memiliki kepercayaan diri kolektif. Publik akan menunggu langkah konkret dalam program pelatihan lanjutan yang menjaga momentum performa para pemain kunci seperti Alwi Farhan dan duet Carnando/Marthin.
Yang perlu diwaspadai adalah konsistensi performa di laga-laga berikutnya yang akan semakin berat. Tim Merah Putih perlu segera melakukan evaluasi taktikal dari kekalahan set awal demi memaksimalkan potensi tim saat menghadapi negara-negara pesaing kuat di panggung Piala Thomas atau ajang serupa pada kuartal berikutnya.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
