Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Persija Serahkan Kasus Diskriminasi Ofisial Java United terhadap Shin Tae-yong ke Komdis PSSI

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Persija Serahkan Kasus Diskriminasi Ofisial Java United terhadap Shin Tae-yong ke Komdis PSSI
BAGIKAN:

Insiden diskriminasi yang menimpa pelatih Shin Tae-yong (STY) saat laga Persija melawan Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9), langsung direspons tegas oleh manajemen Macan Kemayoran. Dalam lanjutan Super League 2026/2027 tersebut, Persija memutuskan menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kasus ucapan bernada diskriminatif dari ofisial lawan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Pertandingan itu sejatinya diwarnai protes dari kedua kubu di pinggir lapangan. Ketegangan tidak surut hingga peluit panjang dibunyikan. Situasi bahkan sempat memanas pada akhir pertandingan ketika adu argumen melibatkan jajaran pelatih dan ofisial kedua tim secara langsung di area teknis.

Satu hal yang kemudian menjadi pembicaraan luas dan viral adalah kata-kata yang dilontarkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian. Di tengah adu argumen di pinggir lapangan, terdengar jelas ucapan dari mantan pemain SAD Uruguay tersebut yang ditujukan kepada STY. "Kamu di sini hanya pendatang. Ini daerah saya," ucap Resal. Pernyataan ini merebak cepat di media sosial dan langsung menjadi sorotan tajam publik sepak bola nasional.

Menanggapi eskalasi tersebut, Persija merilis sikap resmi melalui pesan singkat. "Saat ini Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden di laga tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku." Manajemen klub ibu kota menegaskan posisinya tanpa keraguan. "Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan," tulis pihak Persija.

Dilansir dari detik, Manajer Persija Ardhi Tjahjoko membenarkan langkah konkret manajemen. Pihaknya telah menyusun dan menyerahkan laporan kronologi kejadian secara lengkap kepada Komdis PSSI sebagai dasar pemeriksaan. Langkah administratif ini menunjukkan keseriusan klub dalam mengawal kasus yang menimpa juru taktik mereka.

Bagi Persija, perlindungan terhadap STY bukan sekadar urusan personal. Saat ini Persija bersama STY merupakan salah satu kesebelasan papan atas di Super League. Macan Kemayoran menempati peringkat ketiga klasemen dengan koleksi sembilan poin, hasil dari tiga kemenangan sempurna dalam tiga laga awal musim. Gangguan psikologis akibat diskriminasi berpotensi merusak momentum positif tim yang sedang berada di jalur juara.

Analisis Redaksi

Komdis PSSI kini memegang bola panas. Ucapan Achmad Resal Oktavian yang menyebut STY sebagai "pendatang" dan mengklaim wilayah secara sepihak jelas melampaui batas rivalitas olahraga. Frasa tersebut mengandung unsur xenofobia yang bertentangan dengan prinsip fair play FIFA maupun kode etik kompetisi domestik. Komdis harus bergerak cepat agar preseden buruk ini tidak dibiarkan mengendap tanpa sanksi yang memberikan efek jera bagi seluruh pelaku di liga.

Yang perlu diwaspadai adalah normalisasi ujaran semacam ini di pinggir lapangan. Jika ofisial setingkat direktur teknik merasa leluasa menggunakan narasi diskriminatif terhadap pelatih asing tanpa konsekuensi hukum yang tegas, ruang ganti dan area teknis akan berubah menjadi arena konflik horizontal. Bukti video yang sudah viral di media sosial seharusnya mempermudah kerja komite disiplin dalam memverifikasi kronologi tanpa perlu berbelit-belit mencari pembenaran.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus ditempuh PSSI adalah memanggil Resal untuk memberikan klarifikasi sekaligus menjatuhkan sanksi larangan mendampingi tim dalam jumlah laga tertentu. Bagi Persija, menjaga fokus STY tetap pada performa tiga kemenangan beruntun mereka jauh lebih krusial daripada terjebak perang opini. Biarkan regulasi yang bekerja, bukan emosi tribun.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸