Identitas Terungkap, Jasad ABK KM Arupadhatu 1 Sempat Dimakamkan Warga di Enggano

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Identitas Terungkap, Jasad ABK KM Arupadhatu 1 Sempat Dimakamkan Warga di Enggano
BAGIKAN:

Jenazah Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga awak lainnya di Selat Sunda, dipastikan teridentifikasi secara genetik setelah sempat dimakamkan warga Pulau Enggano, Bengkulu. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Banten Komisaris Besar Maruli Hutapea mengonfirmasi bahwa tubuh korban ditemukan pada hari kelima operasi pencarian, tepatnya Sabtu (12/9), di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Proses pemulasaraan jenazah oleh masyarakat setempat terjadi karena ketiadaan laporan orang hilang dari wilayah tersebut serta kondisi fisik korban yang sudah membusuk saat ditemukan. "Sempat dimakamkan oleh warga, karena warga tak ada yang merasa kehilangan, kemudian jenazah pun sudah membusuk," ujar Maruli kepada detikcom pada Rabu (23/9). Temuan ini mengubah status kasus dari misteri menjadi identifikasi positif satu-satunya korban sejauh ini dalam tragedi hilangnya kontak kapal wisata tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Hengki menjelaskan kronologi penemuan bermula dari informasi Kapolda Bengkulu mengenai adanya jenazah tanpa identitas atau Mister X di Pulau Enggano. Pihaknya segera berkoordinasi lintas polda untuk melakukan autopsi dan pemeriksaan DNA di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Data antemortem dan postmortem dari delapan keluarga korban hilang dikirimkan oleh Bidokkes Polda Banten guna dicocokkan dengan sampel biologis jenazah tersebut.

Ciri-ciri fisik jenazah saat ditemukan meliputi penggunaan celana pendek hitam, tinggi badan kurang lebih 163 sentimeter, dan perkiraan usia sekitar 50 tahun. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri bekerja cepat memeriksa data primer berupa sidik jari, rekam medis gigi, dan profil DNA. Hasilnya mengejutkan sekaligus menyedihkan: jenazah itu adalah Surakman. "Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK Kapal," tegas Hengki dalam jumpa pers di Markas Polda Banten.

Pemulangan jenazah dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9), diberangkatkan dari Kabid Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Penemuan ini datang pasca-penghentian resmi operasi SAR besar-besaran pada Kamis (17/9) lalu. Selama sepuluh hari pencarian intensif sejak kapal berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, tidak ada tanda-tanda keberadaan penumpang maupun kru lain yang selamat.

Analisis Redaksi

Keterlambatan identifikasi hingga jenazah dikuburkan warga menyoroti lemahnya sistem koordinasi antara tim SAR dan masyarakat pesisir dalam situasi darurat maritim. Fakta bahwa warga menguburkan jenazah karena tidak ada laporan orang hilang menunjukkan jurang komunikasi yang fatal; jika prosedur pelaporan orang hilang dipercepat dan disebarluaskan ke pulau-pulau terpencil seperti Enggano, intervensi dini mungkin bisa mencegah penguburan prematur yang mempersulit proses forensik. Ini bukan sekadar insiden teknis, melainkan kegagalan struktural dalam manajemen krisis bencana laut.

Dengan teridentifikasinya satu ABK sementara nasib empat jurnalis dan dua awak lainnya masih belum jelas pasca-dihentikannya operasi SAR, pertanyaan publik kini bergeser dari 'di mana mereka' menjadi 'mengapa pencarian dihentikan begitu cepat'. Keputusan menghentikan operasi harus ditinjau ulang secara transparan, terutama mengingat medan Selat Sunda yang kompleks akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Publik berhak tahu apakah sumber daya yang dialokasikan benar-benar maksimal sebelum menyerah pada waktu, ataukah ada kendala birokratis yang menghambat efektivitas penyelamatan nyawa manusia.

Meow! Tanya Nesi!
😸