Fajar/Fikri Bawa Indonesia Balik Unggul, Ganda Putra Buka Jalan ke Final Asian Games 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil membalikkan ketertinggalan dan membawa Indonesia unggul sementara atas Thailand dalam laga semifinal beregu putra badminton Asian Games 2026, Rabu (23/9). Kemenangan straight game dengan skor 21-13, 21-19 atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul ini mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1 setelah kekalahan di partai pertama.
Duel tersebut berlangsung sengit sejak poin awal. Meski sempat mendapat tekanan ketat dari wakil Negeri Gajah Putih, duet Merah Putih mampu keluar dari situasi sulit untuk menutup gim pertama dengan keunggulan telak 21-13. Momentum berubah drastis di gim kedua ketika Fajar/Fikri tertinggal 8-11 saat interval. Namun, instruksi pelatih yang diterapkan pasca-jeda terbukti efektif; mereka bangkit perlahan hingga akhirnya merebut kemenangan tipis 21-19.
Fajar mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil tersebut. "Alhamdulillah bersyukur diberikan kemenangan hari ini dan bisa menyamakan kedudukan," ujar peraih medali emas Olimpiade Tokyo itu. Ia menegaskan bahwa kunci utama adalah menjaga fokus agar tidak terpengaruh oleh dinamika pada partai sebelumnya. "Yang pasti kami tidak mau terpengaruh dengan partai pertama, kami mencoba fokus," tambahnya.
Pengalaman menghadapi lawan juga menjadi faktor penentu. Fajar mencatat bahwa ia pernah bertemu Pakkapon saat masih berpasangan dengan Rian Ardianto, serta kembali menghadapinya di Piala Thomas bersama Joaquin Correa. "Pakkapon memiliki pukulan yang menyulitkan," akunya jujur mengenai kekuatan teknik lawan. Strategi khusus disiapkan untuk meredam serangan agresif ganda Thailand tersebut.
Setelah keberhasilan Fajar/Fikri, momentum positif berlanjut ke nomor tunggal putra. Alwi Farhan tampil dominan mengalahkan Arree Puritat lewat dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-13. Hasil ini memastikan Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Thailand. Pada laga keempat, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Martin turut menyumbang poin krusial. Dengan demikian, Indonesia lolos ke final dengan agregat kemenangan meyakinkan 3-1.
Analisis Redaksi
Kemenangan Fajar/Fikri bukan sekadar soal skor akhir, melainkan bukti kedewasaan taktis tim nasional. Kemampuan bangkit dari defisit 8-11 di gim kedua menunjukkan mental juara yang telah ditempa melalui berbagai turnamen besar. Instruksi pelatih yang cepat tanggap terhadap perubahan pola permainan lawan menjadi pembeda utama antara kegagalan dan kesuksesan di level tertinggi kompetisi multi-event seperti Asian Games.
Lolosnya Indonesia ke final dengan skor 3-1 menandai dominasi sektor putra yang konsisten. Kombinasi pengalaman senior Fajar/Fikri dan daya ledak muda Alwi Farhan menciptakan keseimbangan skuad yang sulit dibendung. Publik kini menunggu konsistensi performa di babak puncak, mengingat sejarah membuktikan bahwa fase gugur menuntut stamina dan strategi yang jauh lebih presisi dibanding fase penyisihan atau perempat final.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Panas Konflik Timur Tengah Picu Mundurnya Jadwal Piala Asia 2027

Usung Ambisi Besar di Umur 12 Tahun, Narantraya Jeihan Sabet Runner-up Piala Panglima TNI Menuju Porprov Jawa Barat

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar
