Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dissanayake Ajukan Amnesti ke Raja Salman Selamatkan Warganya dari Hukuman Mati di Arab Saudi

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Dissanayake Ajukan Amnesti ke Raja Salman Selamatkan Warganya dari Hukuman Mati di Arab Saudi
BAGIKAN:

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake memutuskan menempuh langkah paling personal dalam diplomasi negaranya: mengajukan permohonan amnesti secara langsung kepada Raja Arab Saudi Salman. Langkah ini diambil setelah seorang warga negara Sri Lanka bernama Anojan Sivarasa dilaporkan dijatuhi hukuman mati. Keputusan itu disampaikan Dissanayake usai bertemu langsung dengan orang tua Sivarasa di Sekretariat Presiden, Senin (21/9), seperti dikutip Newswire.

Pertemuan tersebut bukan sekadar seremonial. Di hadapan keluarga yang cemas, Presiden Sri Lanka itu menyatakan akan menggunakan seluruh jalur diplomatik dan hukum untuk menyelamatkan warganya. Janji ini menandai eskalasi penanganan kasus yang semula hanya bergerak di level kementerian menjadi urusan kepala negara. Intervensi presiden jelas mengubah dinamika upaya penyelamatan Sivarasa.

Akar masalahnya bermula dari unggahan di dunia maya. Warga Sri Lanka ini menjadi sorotan tajam usai otoritas Saudi menjatuhkan hukuman karena konten media sosial yang dianggap menghina agama. Mulanya, dia dilaporkan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Namun, situasi berubah drastis ketika keluarga dan pengacara Sivarasa menyatakan bahwa kliennya justru dijatuhi hukuman mati. Perbedaan informasi soal vonis ini menambah kerumitan kasus.

Di sisi lain, birokrasi Colombo bergerak sangat berhati-hati. Kementerian Luar Negeri Sri Lanka belum secara resmi mengonfirmasi hukuman yang dilaporkan. Dalam pernyataan resmi pekan lalu, mereka hanya menyatakan Sivarasa sedang menjalani proses hukum dan akan terus memantau dengan cermat. Kemlu Sri Lanka menegaskan mereka tetap menjalin komunikasi melalui kanal diplomatik dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu Sivarasa. Kedutaan Besar Sri Lanka di Saudi juga hingga kini menunggu keputusan tertulis sebelum mengonfirmasi soal hukuman tersebut.

Tekanan politik domestik turut mempercepat respons pemerintah. Kasus ini kembali menjadi perbincangan luas usai Ketua Aliansi Tamil Progresif Mani Ganesan mendesak Dissanayake untuk berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Desakan itu bukan tanpa alasan. Modi, menurut Ganesan, dianggap memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Opsi pelibatan pihak ketiga ini menunjukkan betapa rumitnya posisi tawar Colombo di hadapan Riyadh.

Analisis Redaksi

Keputusan Dissanayake mengajukan amnesti secara pribadi merupakan pertaruhan diplomatik tingkat tinggi. Ketika kementerian luar negeri masih bersembunyi di balik bahasa prosedural dan menunggu dokumen tertulis, sang presiden memilih memotong rantai birokrasi. Ini sinyal kuat bahwa Colombo menyadari jalur hukum reguler di Arab Saudi nyaris mustahil menembus kasus yang bersinggungan dengan tuduhan penistaan agama. Permohonan langsung ke Raja Salman adalah satu-satunya pintu yang tersisa.

Ketidakjelasan antara vonis lima tahun penjara dan hukuman mati memperlihatkan celah informasi yang berbahaya. Keluarga dan pengacara mengklaim adanya eskalasi hukuman, sementara kedutaan masih menunggu surat resmi. Kesenjangan fakta semacam ini kerap terjadi dalam sistem peradilan tertutup. Tanpa transparansi dari otoritas Saudi, setiap langkah pembelaan berpotensi salah sasaran atau terlambat dieksekusi.

Saran Mani Ganesan agar Dissanayake mendekati Narendra Modi membuka dimensi geopolitik baru. Memanfaatkan kedekatan India dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman adalah kalkulasi pragmatis. Jika Colombo gagal meyakinkan Riyadh lewat jalur bilateral langsung, intervensi tidak langsung dari New Delhi bisa menjadi kartu as. Yang perlu diwaspadai, pelibatan India dalam urusan warga Tamil Sri Lanka selalu membawa muatan historis yang sensitif bagi kedua negara.

Meow! Tanya Nesi!
😸