Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Zach Cregger Singkirkan Leon S. Kennedy dari Film Resident Evil 2026, Ini Alasannya

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Zach Cregger Singkirkan Leon S. Kennedy dari Film Resident Evil 2026, Ini Alasannya
BAGIKAN:

Sutradara Zach Cregger secara resmi mengonfirmasi ketidakhadiran karakter ikonis Leon S. Kennedy dalam film terbaru Resident Evil yang tayang 16 September di bioskop Indonesia. Keputusan itu bukan kelalaian produksi. Cregger sengaja membuang narasi lama demi menghindari penceritaan ulang yang berisiko mengecewakan jutaan penggemar gim di seluruh dunia.

Dalam wawancara bersama PlayStation beberapa waktu lalu, Cregger bicara blak-blakan soal arah kreatifnya. "Saya merasa tidak ada gunanya jika harus menceritakan ulang kisah Leon, karena versi gimnya sudah melakukan tugas itu dengan sangat luar biasa," ujarnya. Ia menolak memaksakan kisah yang sama ke layar lebar. Langkah itu hanya akan terasa redundan dan kehilangan unsur kejutan. "Itu hanya akan terasa berulang-ulang dan pada akhirnya mengecewakan," tuturnya menegaskan pendiriannya.

Cregger memilih jalan sunyi. Alih-alih mengulang narasi yang sudah dihafal publik, ia mengeksplorasi sudut pandang baru yang bergerak di pinggiran konflik utama. Film ini mengambil latar waktu sejajar dengan peristiwa di Resident Evil 2 saat Raccoon City dilanda kekacauan. Bedanya, kamera kini menyorot perjuangan sosok penyintas yang sama sekali berbeda dari agen rahasia atau tentara terlatih.

Fokus cerita jatuh pada Bryan, karakter yang Cregger sebut sebagai cerminan orang biasa maupun gamer jika mendadak terlempar ke tengah kiamat zombi. Pemuda ini tidak punya kemampuan bertarung. Ia hanya harus mengantar paket dari satu titik ke titik lain demi bertahan hidup. Untuk memerankan Bryan, Cregger menggandeng Austin Abrams. Keduanya reuni setelah Abrams berperan sebagai pecandu narkotika dalam film Weapons garapan Cregger sebelumnya. "Sungguh menyenangkan membayangkan, 'Bagaimana reaksi yang sebenarnya jika melihat anjing mutan menyerang saya? Seperti apa kira-kira beragam emosi yang akan muncul?'" kata Cregger. "Austin sangat menarik untuk ditonton. Dia benar-benar sosok yang pas untuk peran itu."

Atmosfer dan mekanisme khas gim tetap dijaga ketat oleh sang sutradara. Penonton bakal menyaksikan progresi realistis layaknya memainkan gim survival horror. Karakter awalnya hanya memegang pistol biasa, lalu naik kelas menggunakan shotgun, hingga menemukan MP5, sembari terus dibayangi kecemasan kehabisan amunisi. Cregger memastikan banyak easter egg terselip untuk para pemain gim. "Ada banyak easter egg yang merujuk pada gimnya, dan hal itu melampaui sekadar elemen seperti peningkatan senjata maupun manajemen sumber daya," ungkapnya. "Saya tidak ingin membocorkan terlalu banyak para gamer pasti akan melihat dan mengenalinya. Namun, ada banyak detail visual maupun elemen tematis yang jelas, nuansa gim tersebut sangat terasa di dalamnya."

Analisis Redaksi

Langkah Zach Cregger menyingkirkan Leon S. Kennedy adalah perjudian artistik yang masuk akal. Waralaba film horor adaptasi gim kerap terjebak dalam siklus mengulang cerita yang justru membuat penonton muak. Dengan menempatkan Bryan—seorang pemuda biasa tanpa keahlian tempur—sebagai pusat cerita, Cregger mengembalikan esensi paling murni dari genre survival horror: kerentanan manusia menghadapi ancaman yang jauh lebih besar dari dirinya.

Pemilihan latar waktu yang sejajar dengan Resident Evil 2 menunjukkan strategi naratif yang cerdas. Publik tetap mendapatkan konteks Raccoon City yang hancur, namun tanpa beban ekspektasi perbandingan langsung dengan adegan-adegan ikonik gim yang mustahil ditandingi layar lebar. Reuni Cregger dengan Austin Abrams pasca-film Weapons juga memberi jaminan bahwa dinamika kerja antara sutradara dan aktor sudah terbangun solid sebelum kamera mulai merekam.

Tantangan terbesar kini terletak pada eksekusi di ruang bioskop. Menjanjikan progresi senjata dari pistol ke shotgun hingga MP5 serta manajemen amunisi memang terdengar menjanjikan bagi para gamer. Namun, menerjemahkan mekanik interaktif menjadi tensi sinematik yang menahan napas penonton awam membutuhkan presisi penyuntingan tingkat tinggi. Tayang serentak 16 September di bioskop Indonesia, film ini akan langsung diuji apakah keberanian meninggalkan karakter legendaris benar-benar sepadan dengan hasil akhirnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸