Wregas Bhanuteja Garap Film dari Buku Duka dr Andreas Kurniawan, Ditargetkan Tayang 2027
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Sutradara Wregas Bhanuteja memberikan sinyal kuat bahwa buku nonfiksi Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ akan diangkat menjadi proyek film terbarunya dan ditargetkan tayang pada 2027.
Kode tersebut muncul lewat unggahan bersama antara sutradara film Para Perasuk itu dengan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, penulis buku yang pertama kali terbit pada Desember 2023. Unggahan tersebut hanya menampilkan gambar spons cuci piring berbusa dengan tulisan "tayang 2027" di tengahnya. Wregas memperkuat sinyalemen ini melalui beberapa emoji di bagian takarir, yakni kamera film, clapperboard, spons, piring, dan shower.
Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring sejatinya merupakan catatan nonfiksi yang membahas proses seseorang menghadapi kehilangan serta duka melalui hal-hal kecil dalam hidup. Andreas menulisnya berdasarkan pengalaman personal sebagai psikiater sekaligus orang tua. Ia melewati kepergian sang ayah dan juga anaknya yang berusia sekitar satu tahun setelah lahir dengan Moebius syndrome.
Dalam buku tersebut, Andreas menyoroti bahwa setiap orang memiliki cara berbeda-beda dalam menghadapi duka. Salah satu metode yang ia rasakan sendiri diungkapkan lewat analogi mencuci piring. Bagi banyak orang, aktivitas ini tidak menyenangkan atau bahkan dihindari. Namun, pekerjaan itu pada akhirnya tetap harus dilakukan dan ada beberapa tahap sampai piring tersebut benar-benar bersih. Buku ini sama sekali tidak mengajari pembaca untuk melewati kesedihan, kehilangan, dan duka secara cepat. Sebaliknya, teks ini mengajak orang memproses rasa sakit secara perlahan, memberi ruang untuk menderita hingga akhirnya bisa berdamai dengan situasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail produksi maupun artis-artis yang bakal melakoni kisah tersebut. Satu-satunya kepastian sejauh ini adalah rencana penayangan film pada tahun depan. Langkah Wregas mengadaptasi memoar bertema kesehatan mental ini melanjutkan rekam jejaknya sebagai sutradara sekaligus penulis naskah yang sebelumnya menggarap Penyalin Cahaya, Budi Pekerti, hingga Para Perasuk yang tayang 2026. Reputasinya di kancah internasional pun bukan main-main. Ia tercatat sebagai sutradara Indonesia pertama yang memenangkan penghargaan di Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2016, untuk film pendek Prenjak.
Analisis Redaksi
Keputusan Wregas Bhanuteja mengadaptasi buku tentang duka dan Moebius syndrome menunjukkan keberanian mengambil materi yang jarang disentuh sinema arus utama Indonesia. Mengingat latar belakangnya sebagai pembuat film yang kerap mengangkat isu sosial dengan pendekatan personal, adaptasi ini berpotensi menjadi karya paling intim dalam filmografinya. Kombinasi antara narasi medis-psikologis dari seorang psikiater dan gaya penyutradaraan Wregas membuka peluang bagi perfilman lokal untuk berbicara tentang kesehatan mental tanpa menggurui penonton.
Yang perlu diwaspadai dalam proses adaptasi semacam ini adalah jebakan melodrama. Menerjemahkan metafora mencuci piring ke dalam bahasa visual menuntut kehati-hatian agar tidak jatuh menjadi adegan yang klise atau terlalu harfiah. Tantangan terbesar tim produksi kelak adalah menjaga keseimbangan antara kejujuran emosional pengalaman pribadi dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ dan struktur dramatik yang dibutuhkan sebuah film layar lebar agar tetap relevan bagi penonton luas.
Secara logis, mengingat target tayang 2027, proses praproduksi kemungkinan besar sudah berjalan di balik layar. Pengumuman resmi terkait jajaran pemeran dan rumah produksi yang terlibat sangat mungkin dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Jika eksekusinya tepat, proyek ini bisa menjadi batu loncatan baru bagi industri film Indonesia untuk menghadirkan cerita-cerita tentang kedukaan yang jujur, bernas, dan bebas dari formula komersial murahan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
