Timnas Malaysia Tiba di Soekarno-Hatta, Ubaidullah Syamsul Tegaskan Ambisi Tembus Final
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Puluhan pemain dan ofisial Timnas Malaysia mendarat di Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada pukul 12.14 WIB, Selasa (22/9), untuk mengikuti turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Indonesia.
Rombongan Skuad Harimau Malaya langsung bergerak menuju tempat penginapan menggunakan bus resmi peserta turnamen guna memulai rangkaian latihan persiapan. Kehadiran mereka menandai dimulainya arus kedatangan tim-tim peserta ke wilayah tuan rumah menjelang laga pembuka yang dijadwalkan bergulir dalam hitungan hari.
Pemain bertahan Timnas Malaysia, Ubaidullah Syamsul, menyuarakan antusiasme sekaligus rasa bangganya bisa tampil di edisi pertama kompetisi ini. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota tim telah menyusun rencana matang demi mencapai target tertinggi. "Bagi saya, kami sebagai satu pasukan akan melakukan persiapan yang rapih, dan fokus kami positif untuk layak [masuk] di final, dan insyaAllah kami akan melakukan yang terbaik," ucap Ubaidullah di Bandara Soetta.
Ubaidullah juga menyoroti tambahan kekuatan dari para pemain naturalisasi yang diyakini bakal membuat Timnas Malaysia tampil maksimal sepanjang turnamen. Namun, ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap waspada karena berada satu grup dengan tuan rumah Indonesia. "Fans-fans Indonesia dari dulu offcourse excited. Bagi saya di grup kami ada chance, semua pasukan ada layak untuk ke peringkat selanjutnya," imbuhnya.
Laga perdana Timnas Malaysia di Grup A akan mempertemukan mereka dengan Timnas Bangladesh pada 25 September mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Turnamen yang berjalan mulai 24 September hingga 5 Oktober ini membagi peserta ke dalam dua grup. Grup A diisi oleh tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh yang bertanding di SUGBK. Sementara itu, Grup B terdiri atas Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan yang bermain di Stadion Jalak Harupat, Bandung.
Analisis Redaksi
Pernyataan tegas Ubaidullah Syamsul tentang ambisi menembus final bukan sekadar retorika ruang ganti. Masuknya pemain naturalisasi ke dalam skuad menunjukkan bahwa federasi sepak bola Malaysia memproyeksikan turnamen ini sebagai ajang pembuktian serius, bukan sekadar partisipasi pelengkap di edisi perdana. Target final tersebut secara otomatis menempatkan tuan rumah Indonesia sebagai rival utama yang harus dilewati sejak fase grup.
Kehadiran suporter tuan rumah menjadi variabel psikologis yang disadari betul oleh kubu Malaysia. Pengakuan Ubaidullah mengenai antusiasme penggemar Indonesia mengindikasikan bahwa tekanan tribun SUGBK sudah diperhitungkan dalam skema persiapan mereka. Laga melawan Bangladesh pada 25 September akan menjadi ujian awal krusial untuk mengukur sejauh mana kohesi antara pemain lokal dan naturalisasi berjalan efektif di bawah tekanan turnamen resmi FIFA.
Secara logis, langkah selanjutnya yang perlu dicermati adalah bagaimana pelatih Timnas Malaysia meramu komposisi pemain naturalisasi dan lokal saat menghadapi Singapura dan Indonesia di sisa laga Grup A. Jika mereka gagal mengamankan poin penuh dari Bangladesh di laga pembuka, beban mental menuju pertemuan dengan tuan rumah akan berlipat ganda. Edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 ini jelas tidak menyisakan ruang bagi tim yang datang hanya untuk menggugurkan kewajiban.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
