Resident Evil Tembus US$60 Juta, Zach Cregger Buka Peluang Garap Sekuel
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Kesuksesan film reboot Resident Evil yang meraup US$60 juta pada pekan debutnya di tangga box office membuka peluang lebar bagi sutradara Zach Cregger untuk melanjutkan kisahnya ke sekuel. Padahal, pria yang sebelumnya menggarap Barbarian itu awalnya berencana menjadikan proyek rilisan 16 September di bioskop Indonesia ini sebagai film tunggal.
Cregger mengungkapkan bahwa pada awal penggarapan ia merasa cukup dengan satu film saja untuk mengeksplorasi kegentingan di Raccoon City. Namun, dorongan kreatif dan besarnya antusiasme publik membuatnya tak menutup rapat pintu untuk kembali menggarap kelanjutan waralaba survival horror tersebut. "Tapi saya tidak bisa menahan diri. Selalu ada ide yang bermunculan, dan saya sudah punya beberapa pemikiran tentang apa yang bisa terjadi... ke depannya," ujar Cregger saat diwawancarai ComicBook.com beberapa waktu lalu. Ia kemudian menegaskan, "Jadi siapa yang tahu, apa pun bisa terjadi."
Sinyal hijau dari mulut Cregger ini terbilang menarik. Sejauh ini, sang sutradara belum pernah mengarahkan langsung sekuel dari karya-karya terdahulunya. Dalam proyek Weapons misalnya, ia hanya terlibat mengembangkan naskah prakisah (prequel) tanpa kembali menduduki kursi sutradara. Rekam jejak itu membuat kemungkinan hadirnya Resident Evil bagian kedua menjadi anomali sekaligus penanda baru dalam karier sinematiknya.
Keputusan merancang versi 2026 sebagai cerita mandiri memang memberi konklusi utuh di akhir cerita. Film ini berfokus pada perjuangan karakter penyintas biasa bernama Bryan yang diperankan Austin Abrams. Pendekatan tersebut sengaja diambil agar penceritaan tak terbebani deretan karakter legendaris gim yang berpotensi membatasi ruang gerak pembuat film. Langkah ini sejalan dengan rekam jejak Sony Pictures yang hampir selalu menyisakan celah kelanjutan cerita di setiap film Resident Evil.
Angka komersial berbicara lebih keras daripada rencana awal. Variety pada Minggu (20/9) memberitakan raihan US$60 juta itu otomatis menumbangkan rekor Resident Evil: Afterlife (2010) yang sebelumnya memegang debut tertinggi waralaba lewat raihan US$26 juta. Tak hanya menang di kasir, film ini juga disambut hangat penonton melalui skor 96 persen di Rotten Tomatoes serta nilai B+ di CinemaScore. Keberhasilan ini kian mengukuhkan posisi Cregger di genre horor modern setelah sukses lewat Barbarian (2022) dan Weapons tahun lalu.
Analis tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony menyerahkan waralaba raksasa ini ke tangan Cregger terbukti ampuh menyuntikkan kesegaran baru bagi penonton muda. Senada, pengamat industri dari FranchiseRe, David A. Gross, menyebut hasil ini sebagai momen kebangkitan besar bagi seri yang sempat terpuruk lewat Welcome to Raccoon City pada 2021. Merespons capaian komersial yang melampaui ekspektasi serta ulasan positif kritikus, pihak studio diyakini tak akan membiarkan momentum emas ini berlalu begitu saja tanpa penggarapan babak baru.
Analisis Redaksi
Pernyataan Cregger bukan sekadar isapan jempol sineas yang sedang mabuk pujian. Lompatan dari US$26 juta milik Afterlife ke US$60 juta menunjukkan pergeseran fundamental cara audiens mengonsumsi adaptasi gim. Keputusan membuang beban kanonik karakter lama dan fokus pada Bryan membuktikan bahwa penonton kontemporer lebih menghargai ketegangan murni ketimbang nostalgia kosong. Sony jelas membaca data ini dengan cermat.
Yang perlu diwaspadai adalah jebakan klasik Hollywood. Sejarah mencatat banyak film horor mandiri yang hancur justru ketika dipaksakan menjadi waralaba demi mengejar angka box office. Jika sekuel benar-benar dieksekusi, tantangan terbesar Cregger adalah mempertahankan skala intim yang menjadi kekuatan utama film pertama. Mengembalikan monster atau lokasi ikonik dari gim secara paksa hanya akan mengulang kesalahan Welcome to Raccoon City pada 2021.
Secara logis, lampu hijau dari studio tinggal menunggu waktu. Dengan skor 96 persen di Rotten Tomatoes dan nilai B+ di CinemaScore, risiko finansial untuk memproduksi film kedua nyaris nol. Kita mungkin melihat pengumuman resmi dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika Cregger berhasil menerjemahkan "beberapa pemikiran" yang ia sebutkan menjadi draf naskah solid tanpa mengorbankan identitas orisinal karyanya.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
