Polisi Pastikan Selebgram Jule Hanya Pemakai Vape Etomidate, Bukan Pengedar
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Polda Metro Jaya memastikan selebgram Julia Prastini atau Jule tidak terlibat dalam peredaran vape etomidate yang menjeratnya pekan lalu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan, hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap riwayat komunikasi hingga alat bukti lain hanya menempatkan Jule sebagai pengguna. Penegasan ini disampaikan Budi saat dikonfirmasi pada Selasa (22/9).
"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap JP, keterangan para saksi, pendalaman riwayat komunikasi, jumlah barang bukti, serta alat bukti lainnya, penyidik tidak menemukan fakta yang mengarah pada keterlibatan JP dalam kegiatan mengedarkan atau menjual narkotika," kata Budi.
Status Jule sebagai pemakai bukan sekadar klaim sepihak kepolisian. Kesimpulan itu sejalan dengan hasil asesmen Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. "Berdasarkan hasil asesmen tersebut, JP juga dinyatakan sebagai pengguna atau pemakai narkotika dan direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi sesuai hasil asesmen," ucap dia.
Kasus ini bermula ketika Polresta Bandara Soekarno Hatta menangkap Jule pada Senin (14/9). Ia diringkus saat menerima paket berisi vape etomidate di sebuah apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pemeriksaan urine membuktikan Jule positif mengonsumsi narkoba. Kepada penyidik, ia mengaku memakai vape tersebut karena stres.
Jaringan pengedar di balik paket itu langsung dibongkar. Selain Jule, polisi meringkus tiga orang lain: dua perempuan berinisial RR dan RN serta seorang warga negara China berinisial XC. Ketiganya kini menyandang status tersangka. RR dan RN ditetapkan sebagai bandar, sementara XC melengkapi daftar tersangka dalam jaringan peredaran narkoba lintas negara ini.
Analisis Redaksi
Penetapan status Jule murni sebagai pemakai menunjukkan penyidik bekerja berdasarkan hierarki bukti, bukan tekanan publik terhadap figur yang dikenal luas. Riwayat komunikasi dan jumlah barang bukti menjadi penentu utama. Logikanya sederhana: paket yang diterima Jule di apartemen Cilandak jumlahnya konsisten untuk konsumsi pribadi, bukan untuk diedarkan kembali. Asesmen BNNP DKI Jakarta memvalidasi temuan penyidik secara independen, menutup ruang spekulasi bahwa kepolisian melindungi sosok tertentu.
Perhatian publik justru harus diarahkan pada tiga tersangka yang kini ditahan. Keterlibatan XC sebagai warga negara China mengindikasikan rantai pasok etomidate ini bersifat transnasional. Modus pengiriman lewat paket ke apartemen mewah merupakan pola lama yang terus berulang. Polisi perlu membongkar siapa pemasok XC di luar negeri dan bagaimana jalur logistiknya menembus pengawasan bandara.
Pengakuan Jule soal stres sebagai alasan memakai vape etomidate membuka diskusi serius tentang kesehatan mental pekerja industri hiburan. Namun alasan psikologis tidak menghapus fakta hukum bahwa ia mengonsumsi zat terlarang. Rekomendasi rehabilitasi dari BNNP adalah langkah tepat. Proses pemulihan ini kelak akan menjadi ujian apakah sistem penanganan pecandu di Indonesia benar-benar berjalan atau sekadar formalitas administratif belaka.