Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Paramount Sepakat dengan 12 Negara Bagian, Merger US$111 Miliar dengan WBD Lolos Hambatan Antimonopoli

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Paramount Sepakat dengan 12 Negara Bagian, Merger US$111 Miliar dengan WBD Lolos Hambatan Antimonopoli
BAGIKAN:

Paramount resmi mencapai kesepakatan dengan 12 negara bagian yang menggugat rencana merger perusahaan tersebut dengan Warner Bros. Discovery (WBD) melalui gugatan antimonopoli pada Senin (21/9). Langkah ini langsung menyingkirkan penghalang utama dari transaksi senilai US$111 miliar sekaligus mengamankan posisi Paramount dari kewajiban membayar denda kepada pemegang saham WBD senilai US$7 juta per hari apabila merger belum rampung hingga 1 Oktober.

Kesepakatan itu tidak lahir begitu saja. Seperti diberitakan Variety, pihak Paramount dan perwakilan 12 negara bagian menghabiskan seluruh akhir pekan dalam diskusi alot. Perdebatan berpusat pada komitmen Paramount untuk tetap beroperasi di California serta jaminan terkait capaian produksi mereka ke depan. Sumber-sumber menyebutkan bahwa penyelesaian ini sama sekali tidak mengharuskan Paramount melakukan divestasi besar-besaran.

Koalisi 12 negara bagian tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung California, Rob Bonta, yang mengajukan gugatan pembatalan merger pada Juli 2026. Gugatan itu tetap dilayangkan meskipun sebelumnya Departemen Kehakiman AS sudah memberikan persetujuan. Sejak awal, Bonta bersikeras menuntut langkah perbaikan struktural yang tegas. Frasa tersebut selama berbulan-bulan ditafsirkan publik sebagai keharusan bagi Paramount untuk melakukan divestasi signifikan terhadap aset-asetnya.

Selain soal struktur bisnis, pengawasan redaksional menjadi titik panas tersendiri. Diskusi akhir pekan lalu juga berfokus pada masa depan CBS News dan CNN. Independensi dua jaringan berita raksasa ini menjadi perhatian utama bagi para jaksa agung dari wilayah Pesisir Timur yang khawatir konsolidasi media akan mengancam keberagaman suara jurnalistik.

David Ellison selaku CEO Paramount Skydance menyambut hasil negosiasi ini dengan pernyataan resmi yang terukur. "Kami berterima kasih kepada Jaksa Agung Bonta dan rekan-rekan jaksa agung lainnya, serta WGA, atas itikad baik mereka dalam mencari jalan keluar menuju penyelesaian yang menguntungkan semua pihak, dan juga kepada Gubernur Newsom atas dukungannya selama proses ini," tulis Ellison. Ia menegaskan tujuan bersama adalah mencapai hasil terbaik bagi konsumen, pekerja, dan komunitas kreatif yang vital bagi seni penceritaan visual. Ellison juga menjamin kesepakatan ini menetapkan serangkaian komitmen konkret, mencakup produksi lebih dari 30 film setiap tahun dan peningkatan produksi film di AS guna membantu merevitalisasi industri di dalam negeri.

Gema kritik langsung memantul dari kelompok yang menolak kompromi ini. Alvaro Bedoya, penasihat senior di American Economic Liberties Project, menyerang keras sikap Bonta yang dianggap tunduk pada tekanan Paramount. "Hari ini, para miliarder sekali lagi menggunakan cara menyuap, menyensor, dan menindas untuk mencapai puncak kekuasaan," ujar Bedoya. Ia menyatakan masyarakat membutuhkan sosok pembela yang tidak takut menghadapi para penindas kaya raya. Kekecewaan Bedoya juga ia arahkan kepada Gubernur California Gavin Newsom dan Xavier Becerra yang sedang mencalonkan diri sebagai gubernur. Menurutnya, kegagalan ketiga figur politik itu akan merugikan pekerja industri film dan TV, usaha kecil pendukungnya, serta siapa pun yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dalam demokrasi.

Sementara itu, Writers Guild of America (WGA) yang mengajukan gugatan terpisah untuk membatalkan merger pada Juli 2026 diperkirakan akan menyetujui perjanjian penyelesaian ini. Sidang gabungan antara gugatan WGA dan negara-negara bagian sedianya dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret mendatang.

Analisis Redaksi

Pencapaian kesepakatan tanpa kewajiban divestasi besar-besaran merupakan kemenangan strategis bagi Paramount. Tuntutan awal Rob Bonta mengenai langkah perbaikan struktural yang tegas akhirnya melunak menjadi sekadar komitmen produksi lebih dari 30 film per tahun dan jaminan operasional di California. Pergeseran ini menunjukkan bahwa tekanan waktu sangat menentukan arah negosiasi. Ancaman denda US$7 juta per hari mulai 1 Oktober memaksa semua pihak mencari titik temu secepat mungkin sebelum beban finansial menghantam neraca perusahaan secara brutal.

Keberhasilan Paramount meredam gugatan negara bagian tidak otomatis menutup seluruh risiko. Kemarahan Alvaro Bedoya dan American Economic Liberties Project menandakan resistensi akar rumput masih hidup. Meskipun WGA diprediksi bakal ikut menyetujui penyelesaian ini menjelang sidang Maret mendatang, narasi tentang konglomerat media yang membungkam persaingan akan terus bergema di ruang publik. Konsolidasi CBS News dan CNN di bawah satu atap entitas bisnis tetap menjadi bom waktu bagi diskursus independensi pers di Amerika Serikat.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus diwaspadai adalah eksekusi nyata dari janji-janji Ellison. Komitmen revitalisasi industri domestik melalui peningkatan produksi film di AS baru bisa diuji setelah merger senilai US$111 miliar ini resmi tuntas. Jika Paramount gagal memenuhi target 30 film tahunan atau memindahkan lini produksinya ke luar California, koalisi negara bagian memiliki celah hukum untuk kembali membuka sengketa. Bagi industri hiburan global, termasuk pasar distribusi di Indonesia, mega-merger ini akan mengubah peta kekuatan konten secara permanen dalam beberapa tahun ke depan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ