Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Konversi Motor Listrik untuk Tekan Impor Energi

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: Antara News
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Konversi Motor Listrik untuk Tekan Impor Energi
BAGIKAN:

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong percepatan hilirisasi riset konversi motor listrik sebagai langkah strategis menekan beban impor energi nasional. Desakan ini muncul dari kesadaran bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil terus membebani neraca perdagangan negara, sementara potensi teknologi hasil riset perguruan tinggi belum dimanfaatkan secara optimal.

Brian Yuliarto menegaskan bahwa program konversi motor listrik bukan sekadar proyek uji coba di laboratorium kampus. Ia menuntut agar inovasi yang lahir dari tangan peneliti Indonesia segera turun ke jalan raya dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas. Tanpa hilirisasi yang cepat, riset hanya akan menjadi tumpukan dokumen akademik tanpa daya ungkit ekonomi.

Konteks desakan ini tidak bisa dilepaskan dari struktur konsumsi energi Indonesia yang masih didominasi minyak bumi. Sektor transportasi menyedot porsi besar dari total impor bahan bakar minyak setiap tahunnya. Mengubah motor konvensional berbahan bakar bensin menjadi motor bertenaga baterai dinilai sebagai jalan pintas paling rasional sebelum ekosistem kendaraan listrik baru terbangun sempurna.

Selama dua dekade terakhir, berbagai universitas dan lembaga riset di bawah koordinasi kementerian telah menghasilkan prototipe sistem konversi yang mumpuni. Masalah utamanya selalu sama: lambatnya proses komersialisasi. Mendiktisaintek kini berupaya memangkas birokrasi yang selama ini menghambat perjalanan teknologi dari meja gambar menuju lini produksi massal industri otomotif lokal.

Bagi jutaan pengguna sepeda motor di seluruh penjuru negeri, kebijakan ini membawa angin segar. Biaya operasional harian berpotensi terpangkas signifikan jika mereka beralih dari membeli bensin ke pengisian daya listrik. Lebih dari itu, peredaran motor listrik hasil konversi akan membuka lapangan kerja baru bagi bengkel-bengkel kecil yang siap dilatih menjadi pusat instalasi komponen listrik.

Analisis Redaksi

Arah kebijakan yang dibawa Mendiktisaintek Brian Yuliarto ini menunjukkan pergeseran paradigma penting dalam tata kelola riset nasional. Hilirisasi tidak lagi dipandang sebagai urusan kementerian perindustrian semata, melainkan tanggung jawab bersama sejak fase penelitian awal dirancang. Ini langkah logis mengingat anggaran riset negara harus menghasilkan nilai tambah nyata, bukan sekadar publikasi ilmiah yang mengendap di perpustakaan kampus.

Namun, ada sejumlah hambatan teknis dan regulasi yang wajib diwaspadai oleh para pemangku kepentingan. Standar keselamatan baterai dan sertifikasi laik jalan untuk motor hasil konversi membutuhkan pengawasan ketat dari Kementerian Perhubungan serta kepolisian. Jangan sampai niat baik menekan impor energi justru memicu masalah baru berupa kecelakaan akibat modifikasi kelistrikan yang asal-asalan di lapangan.

Ke depan, keberhasilan dorongan ini sangat bergantung pada kesediaan industri swasta untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Pemerintah perlu menyiapkan skema insentif fiskal yang menarik bagi pabrikan komponen lokal agar mau memproduksi kit konversi secara massal dengan harga terjangkau. Tanpa intervensi pasar yang terukur, seruan percepatan hilirisasi hanya akan berhenti sebagai wacana manis di podium kementerian.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ