Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Herdman Waspadai Shamit Shome, Eks Anak Asuhnya di Kanada yang Kini Perkuat Bangladesh

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Herdman Waspadai Shamit Shome, Eks Anak Asuhnya di Kanada yang Kini Perkuat Bangladesh
BAGIKAN:

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman langsung menyoroti kehadiran gelandang Shamit Shome dalam skuad Bangladesh jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 29 tahun itu bukan sosok asing bagi Herdman karena pernah menjadi anak asuhnya langsung di timnas Kanada U-23 maupun level senior.

Shome resmi memperkuat timnas Bangladesh sejak pertengahan 2025. Transisi kewarganegaraan olahraga ini membuat peta kekuatan Grup A berubah drastis. Herdman memahami betul bahaya laten dari pemain yang sudah mengenal taktik pelatihannya selama bertahun-tahun.

"Saya sangat mengenalnya, sangat mengenalnya. Saya pernah melatihnya di beberapa pemusatan latihan," ujar Herdman usai memimpin sesi latihan tim di Jakarta, Selasa (22/9). Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa persiapan Garuda tidak bisa berjalan seperti menghadapi lawan biasa pada turnamen regional.

Rekam jejak Shome di level klub memang mentereng. Dia pernah menjadi bagian dari masa kejayaan Montreal Impact di kompetisi Major League Soccer (MLS) saat era Didier Drogba. "Dia adalah bagian dari tim Montreal Impact yang sangat sukses di MLS pada masa Didier Drogba, jadi dia pemain top. Dia juga pernah bermain bersama putra saya di Cavalry di Liga Premier Kanada," kata Herdman menambahkan detail kedekatan personal sekaligus profesional dengan sang gelandang.

Ancaman Bangladesh tidak berhenti pada sosok Shome. Lini tengah mereka juga diperkuat Hamza Choudhury, penggawa Liga 2 Inggris milik Sheffield United yang siap menjadi jenderal lapangan tengah asuhan Thomas Dooley. Kombinasi pengalaman Eropa dan MLS ini memaksa Skuad Garuda meningkatkan standar kewaspadaan secara menyeluruh.

Indonesia dijadwalkan bersua Bangladesh pada laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 1 Oktober mendatang. Sebelum duel penentuan itu, Bangladesh akan lebih dulu menantang Singapura dan Malaysia. Herdman menegaskan timnya tidak akan memandang sebelah mata kekuatan calon lawan tersebut. "Ya, tim Bangladesh adalah tim yang bagus dengan adanya Choudhury dan pemain lainnya, mereka akan menyulitkan. Saya rasa setiap tim akan menjadi lawan yang tangguh. Namun di saat yang sama, kita adalah Indonesia, kita bermain di kandang sendiri, dan inilah saatnya bagi kita," sebut Herdman.

Analisis Redaksi

Kedekatan Herdman dengan Shome ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, pelatih asal Inggris itu mengetahui persis kebiasaan, kelemahan, dan pola pergerakan eks anak asuhnya. Di sisi lain, Shome juga paham bagaimana cara berpikir Herdman menyusun strategi. Pertarungan psikologis ini bakal mewarnai lini tengah saat kedua tim bertemu di Senayan nanti.

Kehadiran Choudhury dari Sheffield United dan Shome dengan latar belakang MLS mengubah status Bangladesh dari sekadar tim pelengkap menjadi ancaman nyata. Thomas Dooley kini memiliki dua poros ganda yang terbiasa bermain di bawah tekanan liga kompetitif Eropa dan Amerika Utara. Timnas Indonesia harus menyiapkan skema pressing khusus agar kedua gelandang ini tidak leluasa mendistribusikan bola.

Jadwal laga pamungkas Grup A pada 1 Oktober memberi keuntungan kecil bagi staf kepelatihan Garuda. Mereka bisa mempelajari rekam pertandingan Bangladesh melawan Singapura dan Malaysia untuk memetakan formasi terbaru Dooley. Memainkan laga penentu di depan publik sendiri menuntut mentalitas pemenang, bukan sekadar semangat tuan rumah yang rapuh ketika tertekan.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸