Ekonom Trimegah Saran Rupiah Stabil Lewat Fundamental Ekonomi, Bukan Naik Bunga

Ekonomi
Dian KusumaDian Kusuma
Sumber: Antara News
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ekonom Trimegah Saran Rupiah Stabil Lewat Fundamental Ekonomi, Bukan Naik Bunga
BAGIKAN:

Stabilisasi nilai tukar rupiah tidak harus selalu mengandalkan kenaikan bunga sebagai instrumen utama pengendalian moneter, ujar Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian. Peringatan ini ia sampaikan saat membedah dinamika pasar keuangan terkini yang menunjukkan kerentanan fundamental jika kebijakan moneter terlalu bergantung pada suku bunga.

Menurut Fakhrul, pendekatan tunggal fokus pada kenaikan bunga berpotensi menciptakan efek samping yang lebih besar, seperti membebani daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi riil di sektor riil. Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas mata uang memerlukan keseimbangan yang lebih holistik, di mana penguatan struktural ekonomi dalam negeri menjadi kunci utama kepercayaan investor.

Rekomendasi ini muncul di tengah tekanan global yang masih mempengaruhi pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia. Investor cenderung sensitif terhadap perubahan kebijakan suku bunga di negara-negara ekonomi maju, sehingga posisi strategis Indonesia untuk membangun ketahanan ekonomi lokal menjadi semakin krusial. Tanpa fundamental yang kuat, intervensi moneter yang agresif hanya akan menggeser masalah, bukan menyelesaikannya.

Pasar modal dan sektor perbankan kini ditantang untuk merespons sinyal makroekonomi ini dengan strategi investasi yang lebih prudent. Bagi para pelaku bisnis, diversifikasi risiko dan penguatan arus kas menjadi prioritas di tengah volatilitas mata uang yang masih berpotensi terjadi di sisa tahun ini. Menjaga likuiditas yang sehat akan menjadi pembeda bagi perusahaan yang mampu bertahan di lanskap ekonomi yang dinamis.

Saran dari lembaga sekuritas seperti Trimegah ini menjadi pengingat penting bagi pembuat kebijakan agar tidak terjebak dalam jebakan teknokratis semata. Stabilitas ekonomi nasional pada akhirnya ditentukan oleh seberapa cepat transformasi produktivitas dan efisiensi di sektor-sektor utama dapat terwujud, menjauhkan tekanan dari semata-mata manuver nilai tukar harian.

Analisis Redaksi

Di balik angka-angka moneter, terdapat ketegangan halus antara tujuan stabilitas jangka pendek dan kesehatan ekonomi jangka panjang. Jika otoritas moneter terus mendudukkan kenaikan bunga sebagai palu satu-satunya, risiko distorsi pasar riil akan semakin nyata, terutama bagi UMKM yang sensitif terhadap biaya modal.

Langkah logis yang harus diwaspadai adalah potensi jeda pertumbuhan jika sektor produksi tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan suku bunga tinggi yang berkepanjangan. Pasar akan mengamati kehati-hatian regulator dalam mendefinisikan ulang 'stabilitas', apakah sekadar menjaga nilai tukar, atau memastikan roda ekonomi tetap berputar secara sehat.

Meow! Tanya Nesi!
😸