Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Demo Pro-Palestina Ancam Konser Ed Sheeran di Stadion Milik Robert Kraft Sabtu Ini

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Demo Pro-Palestina Ancam Konser Ed Sheeran di Stadion Milik Robert Kraft Sabtu Ini
BAGIKAN:

Aksi unjuk rasa pro-Palestina berskala besar siap menghadang konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada Sabtu (26/9), menyusul gelombang kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari jajaran penampil tur yang berujung mundurnya sejumlah musisi pendukung.

Pergolakan ini bukan tanpa alasan. Gillette Stadium merupakan milik pengusaha Yahudi Amerika Serikat, Robert Kraft. Organisasi Massachusetts Peace Action (MAPA) secara terbuka menggagas demonstrasi tersebut. Mereka menegaskan aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik sensor dari kalangan miliarder sekaligus penolakan atas tragedi kemanusiaan di Palestina. Seperti diberitakan TMZ pada Senin (21/9), massa yang turun diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan aksi akhir pekan lalu di Philadelphia.

Akar masalah bermula dari langkah tegas pengelola acara. Mereka mencoret Macklemore setelah sang rapper melontarkan seruan "Free Palestine" di panggung MetLife Stadium awal September 2026. Keputusan sepihak itu langsung memicu reaksi berantai. Deretan musisi pembuka lain memilih mundur secara sukarela sebagai bentuk solidaritas. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga Beoga menarik diri dari panggung tur tersebut.

Tekanan publik yang memanas memaksa Ed Sheeran angkat bicara. Saat tampil solo di panggung Philadelphia pada Sabtu (21/9), penyanyi asal Inggris itu mengakui situasi sepekan terakhir menjadi waktu terburuk dalam hidupnya. Ia bahkan menyinggung peristiwa 7 Oktober 2023 saat menyampaikan permohonan maaf atas kekusutan yang terjadi. Sheeran mengaku terjebak dalam posisi serba salah di tengah perdebatan sengit mengenai kebebasan berpendapat.

Lebih dari sekadar meminta maaf, Sheeran melempar kritik tajam kepada pihak penyelenggara. "Saya sangat khawatir dengan gagasan tentang pihak pengelola venue yang menyaring terlebih dahulu materi dari para penampil," tuturnya. Sindiran ini jelas mengarah pada polemik pembatasan ekspresi yang menyeret nama Robert Kraft. Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan kepedihan mendalam atas jatuhnya ribuan korban jiwa sipil di kawasan konflik. "Hati saya hancur melihat skala kehancuran serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak. Ketidakadilan sistemis yang kita lihat terjadi di Tepi Barat tidak bisa diabaikan begitu saja," tegasnya.

Dampak dari pusaran konflik ini sudah terasa langsung oleh publik. Penonton yang membeli tiket kini menghadapi ketidakpastian soal kualitas pertunjukan, mengingat banyak musisi pendukung yang mundur. Di sisi lain, isu kemanusiaan Palestina berhasil menembus sekat industri hiburan global melalui mekanisme boikot dan solidaritas antar-musisi yang jarang terjadi sebesar ini.

Analisis Redaksi

Pencoretan Macklemore telah membuka kotak pandora di industri musik internasional. Ketika pengelola venue milik miliarder seperti Robert Kraft merasa berhak menyensor materi panggung, batas antara bisnis hiburan dan kebebasan berekspresi menjadi kabur. Pernyataan Ed Sheeran yang mengkritik praktik penyaringan materi menunjukkan bahwa tekanan moral dari sesama musisi dan publik mampu memaksa figur utama untuk mengambil sikap, alih-alih sekadar diam mencari aman.

Demonstrasi yang digalang MAPA pada Sabtu (26/9) nanti patut diwaspadai eskalasinya. Lokasi protes di stadion milik tokoh yang secara identitas terhubung dengan akar konflik akan menambah muatan emosional massa. Jika aparat keamanan atau pihak penyelenggara gagal mengelola situasi, potensi gesekan fisik sangat mungkin terjadi dan justru merugikan pesan damai yang dibawa para pengunjuk rasa.

Langkah selanjutnya yang paling logis adalah evaluasi total dari manajemen tur. Pihak penyelenggara harus memutuskan apakah mereka akan mempertahankan kebijakan sensor yang memicu boikot massal, atau melonggarkan aturan agar musisi yang tersisa bersedia kembali naik panggung. Tanpa kejelasan sikap, sisa jadwal tur Ed Sheeran terancam berjalan pincang dan kehilangan legitimasinya di mata publik.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ