Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Chanathip Songkrasin Incar Kemenangan atas Vietnam dan Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Chanathip Songkrasin Incar Kemenangan atas Vietnam dan Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Kapten tim nasional Thailand, Chanathip Songkrasin, secara terbuka membidik kemenangan atas Vietnam pada babak grup sekaligus menargetkan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Pernyataan tegas itu dilontarkan pemain berusia 32 tahun tersebut menjelang dimulainya turnamen yang mempertemukan kekuatan terbaik sepak bola Asia Tenggara.

Thailand tergabung di Grup B Divisi Elite FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Vietnam, Filipina, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan grup ini akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Chanathip menilai Vietnam sebagai lawan terberat di grup tersebut. "Vietnam sudah menjadi tim yang kuat. Kami berharap bisa mengalahkan mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri baik bagi tim nasional maupun penggemar," kata Chanathip.

Ambisi Gajah Perang tidak berhenti di fase grup. Pemain BG Pathum United ini menegaskan tekadnya membawa pulang trofi. "Kami ingin memenangkan kejuaraan. Kami akan melakukan segala yang mungkin, mendedikasikan diri kami, dan membawa pulang kemenangan," ujarnya dilansir dari Thairath. Pernyataan ini mengemuka setelah ia absen membela negaranya di Piala AFF 2026.

Jalur menuju final memang menuntut perhitungan matang. Jika mampu mengalahkan Vietnam, Thailand berpotensi besar keluar sebagai juara Grup B. Skenario itu membuka jalan menuju partai puncak dengan kemungkinan bentrok melawan Indonesia yang menghuni Grup A. Turnamen ini pun menjanjikan duel panas: rivalitas Thailand kontra Vietnam di Bandung, serta perseteruan klasik Indonesia melawan Malaysia di Jakarta.

Pemain yang akrab disapa Messi Jay ini menyadari betul beratnya medan laga. Ia menyebut edisi kali ini sebagai pengalaman perdana mengikuti format turnamen baru tersebut. "Ini adalah kali pertama kami mengikuti turnamen ini, dan merupakan tantangan untuk menghadapi tim nasional lainnya. Setiap negara telah memilih skuad terbaik mereka untuk berkompetisi." Analisis mendalam terhadap setiap lawan menjadi keharusan. "Setiap tim bermain dengan cara yang berbeda, jadi kami perlu menganalisis kekuatan dan kelemahan mereka serta kekuatan dan kelemahan kami sendiri," tambahnya.

Tantangan non-teknis juga membayangi langkah Thailand selama berada di Indonesia. Chanathip secara khusus menyoroti atmosfer suporter tuan rumah. "Hanya Indonesia yang memiliki basis penggemar, jadi mungkin hanya sedikit pendukung yang akan datang untuk memberikan dukungan," ucap pemain 32 tahun ini menjelaskan kondisi yang bakal dihadapi timnya saat bertanding di Jakarta maupun Bandung.

Analisis Redaksi

Pernyataan Chanathip bukan sekadar retorika pemanasan turnamen. Menargetkan Vietnam di laga pembuka menunjukkan strategi psikologis yang matang dari kubu Thailand. Mengalahkan rival terberat lebih dulu akan menciptakan momentum dominan yang sulit dibendung oleh Filipina maupun Bangladesh di laga berikutnya. Ini pola klasik tim juara yang langsung menekan lawan utama sejak peluit pertama berbunyi.

Faktor tribun patut mendapat perhatian serius. Pengakuan Chanathip soal minimnya dukungan suporter Thailand dibandingkan masifnya basis penggemar Indonesia memperlihatkan kesiapan mental yang harus dibangun ulang. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat atau stadion di Jakarta tanpa dukungan massa memadai akan menguji ketahanan psikologis skuad timnas Thailand sepanjang turnamen berlangsung.

Skenario final Thailand versus Indonesia sangat mungkin terwujud jika kedua tim menjaga konsistensi di fase grup. Duel semacam itu tidak hanya berbicara soal taktik di atas rumput, melainkan juga perang urat saraf di luar lapangan. Kesiapan Chanathip dan rekan-rekannya menghadapi tekanan publik tuan rumah akan menjadi penentu apakah ambisi membawa pulang gelar juara benar-benar bisa diwujudkan atau sekadar janji pra-turnamen.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸