Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Asian Games 2026: Indonesia Melorot ke Peringkat 13, Wushu dan MMA Sumbang Dua Perunggu

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Asian Games 2026: Indonesia Melorot ke Peringkat 13, Wushu dan MMA Sumbang Dua Perunggu
BAGIKAN:

Posisi Indonesia dalam klasemen medali Asian Games 2026 melorot satu strip ke peringkat ke-13 pada Selasa (22/9), setelah sehari sebelumnya sempat bertengger di urutan ke-12. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi total satu perak dan enam perunggu setelah dua hari pelaksanaan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Dua tambahan medali perunggu itu diraih pada Senin (21/9). Eugenia Diva Widodo menyumbangkan perunggu dari cabang wushu nomor taolu changquan putri dengan catatan nilai 9,710. Di arena lain, Vallensia Fahira Hotmauli naik podium ketiga cabang mixed martial arts kelas -54kg putri usai menang meyakinkan 3-0 atas wakil Thailand.

Puncak klasemen masih dikuasai mutlak oleh China. Negeri Tirai Bambu mengumpulkan 23 emas, 10 perak, dan lima perunggu. Mesin pencetak medali mereka berpusat di kolam renang. Pada hari kedua saja, atlet renang China meraup 11 emas, lima perak, dan empat perunggu. Angka ini berpotensi membengkak mengingat banyak nomor yang belum dipertandingkan.

Tuan rumah Jepang menempel di posisi kedua dengan delapan emas, 12 perak, dan 12 perunggu. Korea Selatan menyusul di peringkat ketiga lewat raihan lima emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Kazakhstan menempel ketat di urutan keempat dengan empat emas, satu perak, dan tiga perunggu, disusul Thailand yang melengkapi lima besar dengan tiga emas dan satu perak.

Bagi kawasan Asia Tenggara, Thailand untuk sementara menjadi tim paling sukses. Mereka berada di atas kontingen ASEAN lainnya termasuk Myanmar yang mengantongi satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Indonesia sendiri harus puas melihat nama negaranya berada di bawah India yang tanpa emas namun punya empat perak dan dua perunggu.

Berikut klasemen lengkap perolehan medali hingga hari kedua: 1. China (23 emas, 10 perak, 5 perunggu); 2. Jepang (8, 12, 12); 3. Korea Selatan (5, 3, 15); 4. Kazakhstan (4, 1, 3); 5. Thailand (3, 1, 0); 6. Hong Kong (2, 3, 3); 7. Taiwan (1, 3, 2); 8. Makau (1, 3, 0); 9. Myanmar (1, 1, 1); 10. Uzbekistan (1, 1, 1); 11. Kuwait (1, 0, 2); 12. India (0, 4, 2); 13. Indonesia (0, 1, 6).

Analisis Redaksi

Ketiadaan medali emas hingga hari kedua bukan sekadar masalah angka, melainkan cerminan dari peta kekuatan kontingen kita di ajang Asian Games. Wushu dan MMA memang lumbung tradisi, tetapi ketergantungan pada cabang bela diri semata menunjukkan kedalaman skuad kita masih terbatas. Ketika negara seperti Kazakhstan mampu menembus empat emas lebih cepat, evaluasi terhadap program pelatihan cabang unggulan lain mendesak dilakukan.

Dominasi absolut China di akuatik juga patut dibaca sebagai sinyal peringatan bagi federasi olahraga seluruh Asia. Rasio 11 emas dari total 23 emas mereka membuktikan bahwa investasi masif pada satu cabang strategis bisa menentukan arah klasemen secara keseluruhan. Jepang memanfaatkan status tuan rumah dengan menyebar perolehan medali secara merata di berbagai nomor pertandingan.

Langkah selanjutnya bagi manajer tim Indonesia adalah menjaga momentum psikologis atlet. Medali perunggu Eugenia dan Vallensia harus dijadikan pemantik, bukan titik akhir. Cabang-cabang yang baru akan dimulai pekan ini perlu dikawal ketat agar target perbaikan peringkat tidak sekadar berhenti di ruang rapat pengurus pusat.

Meow! Tanya Nesi!
😸