21 Pemain Timnas Indonesia Jalani Latihan Perdana Jelang FIFA ASEAN Cup, Empat Pilar Absen
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Sebanyak 21 penggawa Timnas Indonesia langsung menggeber persiapan melalui latihan perdana jelang FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (22/9).
- Sesi ini menjadi langkah awal skuad Garuda sebelum menghadapi Singapura pada laga pembuka Jumat (25/9) mendatang.
- Namun, empat pilar utama terlihat tidak hadir di lapangan saat seluruh pemain mulai menjalani program kepelatihan.
Sebanyak 21 penggawa Timnas Indonesia langsung menggeber persiapan melalui latihan perdana jelang FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (22/9). Sesi ini menjadi langkah awal skuad Garuda sebelum menghadapi Singapura pada laga pembuka Jumat (25/9) mendatang. Namun, empat pilar utama terlihat tidak hadir di lapangan saat seluruh pemain mulai menjalani program kepelatihan.
Pantauan CNN Indonesia.com mencatat satu nama baru yang akhirnya bergabung bersama rombongan. Pemain tersebut adalah Rizky Eka Pratama. Kehadirannya menambah opsi kedalaman skuad meski waktu persiapan tersisa sangat singkat. Seluruh peserta yang hadir tampak langsung menyesuaikan ritme latihan di atas rumput Stadion Madya.
Absennya empat pilar tentu memunculkan tanda tanya besar. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan ketidakhadiran mereka pada sesi krusial ini. Waktu tiga hari menuju pertandingan pembuka membuat setiap menit latihan bernilai tinggi. Tim pelatih jelas harus segera mencari formula pengganti jika keempatnya benar-benar gagal tampil.
Singapura sudah menunggu di seberang lapangan pada Jumat (25/9). Laga pembuka itu akan digelar langsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan keuntungan psikologis sekaligus tekanan tambahan bagi para pemain. Kemenangan pertama selalu menjadi modal vital dalam turnamen seketat FIFA ASEAN Cup.
Masyarakat sepak bola tanah air kini menanti kejelasan nasib empat pilar yang absen tersebut. Ketidakpastian ini berdampak langsung pada ekspektasi publik terhadap performa tim. Suporter yang berencana menonton langsung ke Gelora Bung Karno butuh jaminan bahwa skuad terbaik benar-benar siap tempur. Tiga hari sisa bukanlah waktu mewah untuk meracik ulang strategi dasar.
Analisis Redaksi
Ketidakhadiran empat pilar pada latihan perdana jelang turnamen resmi bukan sekadar masalah teknis biasa. Dalam kalkulasi turnamen pendek seperti FIFA ASEAN Cup 2026, kohesi tim terbentuk dari intensitas pertemuan di lapangan sejak hari pertama. Jika keempat pemain ini mengalami masalah fisik atau administratif, staf pelatih harus bergerak cepat menyiapkan skema taktis cadangan agar transisi permainan tidak pincang saat peluit dibunyikan.
Bergabungnya Rizky Eka Pratama memberi sedikit angin segar di tengah situasi serba terbatas ini. Meski demikian, integrasi satu pemain baru ke dalam sistem yang belum sepenuhnya utuh menuntut adaptasi ekstra cepat. Laga melawan Singapura di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (25/9) tidak memberi ruang bagi eksperimen berlebihan. Tuan rumah wajib tampil solid sejak menit awal karena lawan pasti datang dengan motivasi tinggi membungkam penonton.
Langkah paling logis yang harus diambil tim pelatih dalam 72 jam ke depan adalah memastikan status medis dan kesiapan mental keempat pilar yang absen. Transparansi kepada publik juga diperlukan agar spekulasi liar tidak mengganggu konsentrasi skuad. Turnamen ini mempertaruhkan reputasi sepak bola nasional, dan setiap keputusan personalia harus didasarkan pada kesiapan nyata, bukan sekadar nama besar di atas kertas.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
