Voli Putri Indonesia Kunci Peringkat Lima Asian Games 2026, Vietnam Kembali Ditaklukkan 3-0
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Timnas Voli Putri Indonesia mengunci peringkat lima Asian Games 2026 setelah menundukkan Vietnam secara telak 3-0 (25-20, 25-21, 25-18) pada laga klasifikasi yang berlangsung Senin (21/9) siang. Kemenangan ini sekaligus menjadi pukulan kedua beruntun bagi Vietnam dalam rentang waktu singkat.
Skor set berjalan satu arah sejak peluit pertama dibunyikan. Pasukan Marcos Sugiyama langsung menekan pertahanan lawan dan menutup tiga set tanpa membiarkan Vietnam menyentuh angka kemenangan di set mana pun. Dominasi ini menegaskan kesiapan mental skuad Merah Putih saat menghadapi tekanan pertandingan penentu posisi akhir turnamen.
Kemenangan di panggung Asian Games 2026 bukanlah pertemuan pertama kedua tim tahun ini. Sebelumnya, Garuda Pertiwi sudah lebih dulu membungkam Vietnam pada SEA V Women's Cup 2026 leg dua melalui pertarungan dramatis lima set. Kala itu, Indonesia memetik kemenangan 3-2 dengan rincian skor 20-25, 18-25, 25-22, 25-20, dan 15-9 setelah sempat tertinggal dua set lebih awal.
Dua hasil positif tersebut mematahkan kutukan panjang yang membelit voli putri Tanah Air. Sebelum rentetan kemenangan ini, Indonesia justru menelan tiga kekalahan berturut-turut dari rival tetangga itu. Pada leg pertama SEA V Women's Cup 2026, tim asuhan Marcos Sugiyama takluk 1-3 (20-25, 25-15, 25-19, 25-20). Kekalahan serupa terjadi di AVC Women's Volleyball Cup 2026 lewat skor tipis 2-3 (25-18, 22-25, 18-25, 25-19, 13-15).
Bahkan pada penghujung tahun lalu, catatan buruk itu makin menebal. Tergabung di Grup B SEA Games 2025, Timnas Voli Putri Indonesia dipukul habis-habisan oleh Vietnam dengan skor 0-3 (20-25, 15-25, 19-25). Rentetan kegagalan masa lalu membuat dua kemenangan beruntun kali ini terasa jauh lebih bernilai bagi perkembangan voli putri Indonesia.
Pergeseran neraca kekuatan ini memberikan sinyal kuat kepada publik pencinta olahraga nasional. Dua kemenangan beruntun atas tim yang selama ini kerap menjadi batu sandungan membuktikan bahwa program latihan yang diterapkan mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.
Analisis Redaksi
Kemenangan 3-0 di laga klasifikasi Asian Games 2026 bukan sekadar soal perebutan peringkat. Skor telak tersebut menunjukkan evolusi taktis anak-anak asuh Marcos Sugiyama. Jika pada leg pertama SEA V Women's Cup mereka harus tertatih mengejar ketertinggalan dua set, kini dominasi tercipta sejak awal. Ini menandakan adaptasi pelatih terhadap gaya main Vietnam berjalan efektif dalam hitungan bulan.
Namun, euforia mengalahkan Vietnam tidak boleh menutup mata pada persoalan mendasar. Tiga kekalahan beruntun sebelumnya—termasuk pembantaian 0-3 di SEA Games 2025—mengingatkan kita bahwa inkonsistensi masih menjadi penyakit lama. Mengalahkan satu rival secara beruntun adalah pencapaian bagus, tetapi standar tertinggi voli putri Asia menuntut kemampuan menang melawan berbagai tipe permainan, bukan hanya terpaku pada satu lawan.
Langkah logis selanjutnya bagi manajemen tim adalah menjadikan momentum ini sebagai fondasi menuju turnamen yang lebih besar. Marcos Sugiyama perlu mengevaluasi mengapa timnya bisa kalah tipis 2-3 di AVC Women's Volleyball Cup 2026, lalu memastikan kelemahan di set-set krusial tersebut benar-benar tertutup. Tanpa konsistensi menghadapi lawan selain Vietnam, target merebut gelar bergengsi akan tetap menjadi angan-angan belaka.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen

MotoGP Ingatkan Konsekuensi Olahraga atas Boikot Yamaha di GP Qatar 2026

Park Hang Seo Bentrok dengan Suporter Thailand Diduga Akibat Ejekan Rasial
