Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

The Intern Versi Korea Tayang 30 Oktober di Indonesia, Pertemukan Choi Min-sik dan Han So-hee

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

The Intern Versi Korea Tayang 30 Oktober di Indonesia, Pertemukan Choi Min-sik dan Han So-hee
BAGIKAN:

Warner Bros Indonesia resmi mengumumkan film The Intern versi Korea yang mempertemukan aktor senior Choi Min-sik dan aktris Han So-hee akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026. Kepastian jadwal rilis layar lebar tersebut menyertai dimulainya masa promosi proyek adaptasi ini ke pasar domestik.

"Mulai bertugas hari ini. Hubungan kerja lintas generasi. THE INTERN hadir di bioskop mulai 30 Oktober!" tulis distributor film tersebut dalam pengumuman resminya. Pernyataan singkat itu langsung mengonfirmasi posisi film ini sebagai salah satu rilisan penting jelang penutupan tahun bagi penonton bioskop Tanah Air.

Masih sama seperti film original yang dibintangi Robert De Niro dan Anne Hathaway, The Intern bakal mengusung fokus utama pada dinamika unik hubungan kerja lintas generasi di lingkungan kantor modern. Dalam ceritanya, benturan perspektif hingga proses saling memahami antar-generasi menjadi amunisi utama dalam alur penceritaannya.

Han So-hee memerankan Sun-woo, seorang CEO perusahaan mode yang gila kerja. Sementara itu, Choi Min-sik berperan sebagai Ki-ho, pekerja magang baru dengan pengalaman 37 tahun. Chemistry antara sosok pekerja senior yang kembali menjajal dunia kerja sebagai pemagang dengan pimpinan muda yang ambisius inilah yang siap disajikan kepada penonton.

Dalam teaser yang dirilis pertama kali di Korea, terlihat Ki-ho menuju tempat kerja dengan perpaduan rasa gugup dan antusias. Saat menjalani wawancara dengan Wakil Presiden Young-hwan (Kim Jun-han), Ki-ho ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya. Ia menjawab dengan jenaka, "Kelebihan saya adalah saya memiliki banyak pengalaman, sedangkan kekurangan saya adalah saya juga sudah cukup tua." Jawaban tersebut akhirnya mengantarkannya mendapatkan kartu identitas magang di perusahaan rintisan fesyen Wootutu milik Sun-woo. Mengenakan setelan jas rapi dan membawa tas kerja, Ki-ho tiba di kantor lalu mulai menata meja kerjanya dengan roti isi krim, camilan tradisional Korea, botol minum, jam meja, tempat pensil, hingga tinta. Situasi itu memperlihatkan karakter uniknya sebagai magang senior sejak hari pertama. Meskipun memiliki pengalaman bertahun-tahun di dunia kerja, Ki-ho dihadapkan pada tugas terbesar, yakni mengimbangi rekan kerja barunya yang jauh lebih muda.

Film ini disutradarai Kim Do-young, yang dikenal dengan karya-karya seperti film romantis Once We Were Us (2025). Menariknya, film tersebut juga merupakan remake dari film China, Us and Them (2018). The Intern sendiri sudah tayang di Korea sejak 16 September sebelum kini bersiap masuk jaringan bioskop Indonesia pada 30 Oktober mendatang.

Analisis Redaksi

Kehadiran Choi Min-sik dalam format komedi-drama perkantoran merupakan manuver menarik. Aktor yang identik dengan peran-peran berat ini dipasangkan dengan Han So-hee yang sedang berada di puncak popularitas. Kombinasi dua nama besar dari generasi berbeda ini bukan sekadar strategi casting biasa, melainkan cerminan langsung dari tema utama film itu sendiri: kolaborasi lintas usia.

Jeda waktu sekitar enam minggu antara penayangan perdana di Korea pada 16 September dan rilis di Indonesia pada 30 Oktober menunjukkan perhitungan distribusi yang matang. Warner Bros Indonesia tampaknya memanfaatkan momentum selesainya putaran promosi awal di negara asalnya untuk membangun ekspektasi penonton lokal. Teaser yang menonjolkan jawaban jenaka Ki-ho saat wawancara menjadi bukti bahwa tim pemasaran memilih pendekatan ringan untuk memikat demografi penonton yang lebih luas.

Rekam jejak sutradara Kim Do-young yang terbiasa menggarap proyek remake patut dicermati. Keberhasilannya mengadaptasi film China menjadi Once We Were Us pada 2025 memberikan modal kepercayaan bahwa ia mampu menerjemahkan semangat film Hollywood ke dalam konteks budaya kerja Korea Selatan. Tantangan terbesarnya nanti adalah membuktikan apakah sentuhan lokal berupa detail seperti camilan tradisional Korea di meja kerja Ki-ho cukup kuat untuk membuat cerita ini terasa relevan bagi penonton Indonesia.

Meow! Tanya Nesi!
😸