Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Pilar Teater Gandrik Yogyakarta Berpulang

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Pilar Teater Gandrik Yogyakarta Berpulang
BAGIKAN:

Seniman legendaris asal Yogyakarta, Susilo Nugroho atau yang akrab dikenal lewat nama panggung Den Baguse Ngarso, meninggal dunia pada Senin (21/9) sore. Kepergian aktor panggung terkemuka ini meninggalkan duka mendalam bagi jagat seni pertunjukan Tanah Air. Pria kelahiran 5 Januari 1959 itu menutup mata setelah puluhan tahun mengabdikan diri di atas panggung teater dan layar kaca.

Kabar duka tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh rekan sesama seniman, Bambang Paningron. Ia membenarkan kepergian sahabatnya itu meski belum mengantongi rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti maupun kronologi wafatnya. "Iya betul," ujar Bambang saat mengonfirmasi kabar berpulangnya Den Baguse Ngarso, Senin (21/9). Ia menambahkan bahwa dirinya juga baru saja dikabari sehingga belum bisa menyampaikan detail peristiwa tersebut seperti diberitakan detikcom.

Konfirmasi serupa mengalir dari kolega mendiang lainnya, Gregorius Budi Subanar atau yang kerap disapa Romo Banar. Berita kepergian Susilo telah diterima oleh lingkaran terdekat para pekerja seni di Yogyakarta pada sore hari. "Mas Susilo Den Baguse Ngarso baru saja meninggal dunia. Saya baru menerima berita yang beredar," tutur Romo Banar. Kalimat singkat itu menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang maestro panggung.

Bakat seni peran Susilo Nugroho sudah terasah sejak ia duduk di bangku SLTA pada 1977. Namanya melambung tinggi berkat karakter Den Baguse Ngarso dalam serial Mbangun Deso yang tayang di TVRI Yogyakarta. Sosok priyayi sombong, sok tahu, berucap pedas, dan tak mau kalah yang ia perankan sukses mencuri perhatian penonton luas. Karakter itulah yang melekat erat padanya hingga akhir hayat.

Kiprahnya di dunia seni pertunjukan semakin kokoh ketika ia bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih mendirikan kelompok Teater Gandrik pada 1983. Sepanjang perjalanan kariernya, Susilo kerap dipercaya menjadi pemeran utama dalam berbagai pementasan kelompok tersebut. Dedikasi tanpa henti menjadikannya salah satu pilar penting dalam dinamika teater panggung Indonesia.

Analisis Redaksi

Meninggalnya Susilo Nugroho bukan sekadar hilangnya satu nama dari daftar seniman senior. Ini adalah runtuhnya salah satu fondasi komedi kritik sosial di panggung teater modern Indonesia. Karakter Den Baguse Ngarso yang ia ciptakan melalui serial Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta membuktikan bahwa satire kelas priyayi bisa dikemas dalam bahasa rakyat jelata tanpa kehilangan ketajamannya. Teater Gandrik, yang ia dirikan bersama empat rekannya pada 1983, tumbuh menjadi barometer teater kontemporer nasional justru karena kehadiran sosok-sosok penggerak seperti mendiang.

Belum diketahuinya kronologi maupun penyebab kematian hingga konfirmasi awal disampaikan Bambang Paningron dan Romo Banar menunjukkan betapa cepatnya kabar ini menyebar di antara komunitas seniman. Lingkaran pekerja seni Yogyakarta memang bergerak dengan solidaritas yang rapat. Informasi berpindahnya seorang tokoh dari mulut ke mulut sebelum sempat dicatat secara administratif adalah hal lumrah di ekosistem kebudayaan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ke depan, ruang kosong yang ditinggalkan Susilo Nugroho akan menjadi ujian bagi generasi penerus Teater Gandrik dan teater independen lainnya. Mempertahankan napas kritik sosial di atas panggung tanpa figur sentral yang selama puluhan tahun menjadi jangkar pementasan membutuhkan lebih dari sekadar bakat akting. Warisan terbesar mendiang bukanlah penghargaan formal, melainkan cara ia membuktikan bahwa teater panggung tetap relevan sebagai medium perlawanan dan hiburan sekaligus.

Meow! Tanya Nesi!
😸