Start Buruk MU, Michael Carrick Diprediksi Tak Bertahan hingga Januari 2027
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Manchester United kembali tersandung setelah ditahan imbang Fulham 1-1 pada matchday kelima Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu (20/9). Hasil ini membuat perolehan poin mereka mandek di angka lima dan memicu prediksi keras bahwa pelatih Michael Carrick bakal dipecat sebelum Januari tiba.
Kegagalan meraih kemenangan penuh di markas Fulham menempatkan MU dalam catatan sejarah yang memalukan. Tim asuhan Carrick tersebut kini menyamai rekor awal musim Premier League 12 tahun silam. Tepatnya pada musim 2014/2015, MU juga hanya mampu mengoleksi 5 poin dari lima pertandingan pertama. Sejarah buruk itu kini berulang persis di bawah komando pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Perry Groves, mantan pemain Arsenal, secara terbuka meragukan masa depan Carrick di Old Trafford. Ia yakin sang pelatih tidak akan bertahan sampai pertengahan musim. "Menurut saya, Michael Carrick tidak akan bertahan sampai pertengahan musim," ujar Groves dikutip dari talkSport. Pernyataan tersebut bukan sekadar spekulasi liar. Performa tim yang stagnan menjadi bahan bakar utama kritik tajam terhadap kursi kepelatihan MU.
Jika pemecatan benar terjadi, situasinya akan terasa janggal bagi Carrick. Ia baru saja menggantikan Ruben Amorim pada musim lalu, tepatnya di Januari 2026. Waktu kurang dari satu tahun untuk membenahi skuad raksasa Inggris jelas bukan tugas ringan. Tekanan publik dan ekspektasi tinggi membuat setiap hasil minor langsung berujung pada tuntutan pergantian pelatih.
Secara teknis, laga melawan Fulham memperlihatkan masalah mendasar dalam cara bermain MU. Tim tamu mendominasi permainan, namun justru kebobolan lebih dulu lewat gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-63. Usaha menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil pada menit-menit akhir melalui sepakan kaki kanan Matheus Cunha di menit ke-89. Dengan tambahan satu poin ini, MU tertahan di peringkat ke-12 klasemen Premier League.
Groves menyoroti mentalitas para pemain yang dinilainya tidak mencerminkan standar klub besar. "Saya melihat situasi ini dan berpendapat bahwa Man United adalah tim yang bermain setengah-setengah," kata Groves. Ia menambahkan bahwa saat melakukan tekanan, skuad MU melakukannya dengan setengah hati. Ketika memilih bertahan dan mundur ke belakang, mereka sama sekali tidak menekan lawan yang leluasa menguasai bola di area pertahanan sendiri. Kritik ini menohok langsung semangat juang para pemain.
Analisis Redaksi
Prediksi pemecatan Carrick sebelum Januari bukanlah isapan jempol belaka. Rekor lima poin dari lima laga awal adalah indikator kegagalan taktis maupun manajerial yang sulit ditutupi oleh alasan transisi pelatih. Dalam ekosistem sepak bola elite seperti Premier League, kesabaran manajemen memiliki batas sangat tipis. Kesetaraan statistik dengan musim 2014/2015 memberikan sinyal bahaya nyata bagi stabilitas ruang ganti Old Trafford.
Critikan Perry Groves mengenai sikap bermain setengah hati menunjukkan akar masalah MU saat ini bukan sekadar formasi atau strategi. Mentalitas bertanding para pemain mengalami degradasi serius. Gol bunuh diri Lisandro Martinez dan keterlambatan gol penyeimbang Matheus Cunha di menit ke-89 membuktikan rapuhnya konsentrasi tim sepanjang 90 menit. Dominasi penguasaan bola menjadi sia-sia tanpa intensitas menekan yang konsisten di kedua fase permainan.
Langkah logis manajemen MU dalam beberapa pekan ke depan adalah mengevaluasi dua laga berikutnya sebagai penentu nasib Carrick. Jika tren poin tetap stagnan dan pendekatan taktis tidak berubah, pergantian pelatih sebelum bursa transfer Januari 2027 terbuka sangat lebar. Mempertahankan pelatih yang kehilangan kendali atas ruang ganti hanya akan memperpanjang krisis dan merusak peluang finis di zona kompetisi Eropa musim ini.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Judoka Muda Sashenka Persembahkan Medali Perunggu Historis bagi Indonesia di YOG Dakar

Sassuolo Terjun Bebas: Jay Idzes dkk Terancam Masuk Zona Degradasi usai Raih 1 Poin dari 6 Laga

Klasik PSMS vs Persija Pembuka: Duel Bersejarah Kembali di League Cup 2026/2027
