Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Reboot Resident Evil Karya Zach Cregger Tembus US$60 Juta, Pecahkan Rekor 24 Tahun Waralaba

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: CNN Selebriti
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Reboot Resident Evil Karya Zach Cregger Tembus US$60 Juta, Pecahkan Rekor 24 Tahun Waralaba
BAGIKAN:

Sutradara Zach Cregger baru saja menorehkan sejarah baru bagi waralaba berusia 24 tahun. Film Resident Evil garapannya meraup pendapatan US$60 juta pada pekan perdana penayangan di bioskop Amerika Utara, sebuah angka yang langsung meruntuhkan rekor lama sekaligus membuktikan bahwa horor masih menjadi mesin uang paling beringas di Hollywood saat ini.

Capaian perolehan tiket senilai Rp1,06 triliun (US$1=Rp17.806) itu bukan sekadar kemenangan biasa. Angka tersebut melampaui jauh proyeksi awal industri yang hanya memperkirakan raihan antara US$40 juta hingga US$50 juta. Penonton berbondong-bondong memenuhi kursi bioskop, mengabaikan keraguan para analis yang sebelumnya bersikap hati-hati terhadap nasib reboot ini.

Variety pada Minggu (20/9) memberitakan bahwa total US$60 juta ini otomatis menumbangkan rekor Resident Evil: Afterlife (2010). Selama lebih dari satu dekade, film tahun 2010 itu memegang takhta debut tertinggi waralaba lewat raihan US$26 juta. Cregger tidak hanya mengalahkan angka tersebut, ia melipatgandakannya tanpa ampun.

Ditambah dengan pemasukan dari pasar internasional sebesar US$48,3 juta, film bernilai produksi US$75 juta dari Sony ini berhasil mengantongi total US$108,3 juta secara global di akhir pekan pertamanya. Respons penonton pun seirama dengan antusiasme box office. Skor 96 persen di Rotten Tomatoes serta nilai B+ di CinemaScore menunjukkan bahwa kepuasan publik berjalan beriringan dengan larisnya penjualan tiket.

Keberhasilan ini kian mengukuhkan posisi Cregger di genre horor modern. Ia membangun reputasinya lewat Barbarian (2022) dan Weapons tahun lalu. Dalam adaptasi anyar ini, Cregger kembali memboyong aktor Austin Abrams setelah ia memerankan pecandu narkoba dalam Weapons. Abrams kini memerankan Bryan, seorang kurir medis yang setuju mengantarkan paket prioritas ke Raccoon General Hospital di Raccoon City, sebelum akhirnya terjebak kepungan wabah zombi.

Analis tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony menyerahkan waralaba raksasa ini ke tangan Cregger terbukti ampuh menyuntikkan kesegaran baru bagi penonton muda. Senada dengan pandangan tersebut, pengamat industri dari FranchiseRe, David A. Gross, menyebut hasil ini sebagai momen kebangkitan besar bagi seri yang sempat terpuruk lewat Welcome to Raccoon City pada 2021.

Dominasi Resident Evil sekaligus melibas deretan judul lain di tangga box office pekan ini. Practical Magic 2 terlempar ke posisi kedua dengan raihan US$12 juta. Sementara itu, Spider-Man: Brand New Day membuntut di urutan ketiga lewat US$6,5 juta pada pekan kedelapannya, membawa total pendapatan global film Tom Holland tersebut menembus US$2,45 miliar. Peringkat empat dan lima masing-masing ditempati The Odyssey karya Christopher Nolan dengan US$4,9 juta, serta film animasi Coyote vs. Acme yang mengantongi US$4,3 juta.

Analisis Redaksi

Kemenangan telak Resident Evil versi Zach Cregger menegaskan satu realitas pahit bagi studio besar: nama waralaba semata tidak lagi cukup untuk menarik penonton. Sony mengambil risiko kalkulatif dengan anggaran produksi US$75 juta—angka yang tergolong moderat untuk ukuran blockbuster—dan menyerahkannya kepada sutradara yang paham betul cara membangun ketegangan. Hasilnya, kembalinya kepercayaan publik yang sempat hancur akibat kegagalan Welcome to Raccoon City pada 2021.

Skor 96 persen di Rotten Tomatoes dan nilai B+ di CinemaScore bukanlah kebetulan. Dua metrik ini menunjukkan bahwa Cregger berhasil menjembatani ekspektasi penggemar lama dengan selera penonton muda yang membutuhkan pendekatan visual dan naratif berbeda. Pernyataan Paul Dergarabedian soal penyuntikan kesegaran baru sangat relevan di sini. Horor yang cerdas selalu punya tempat di bioskop, terlepas dari seberapa jenuh pasar dengan sekuel superhero.

Langkah selanjutnya bagi Sony sudah terbaca jelas. Dengan total pendapatan global US$108,3 juta di pekan pertama melawan modal US$75 juta, lampu hijau untuk sekuel hampir pasti menyala. Tantangan sesungguhnya kini bergeser pada kemampuan Cregger mempertahankan standar kualitas ini. Sejarah Hollywood mencatat banyak reboot sukses yang justru kehilangan rohnya saat dipaksa menjadi trilogi. Publik akan menunggu apakah Raccoon City benar-benar hidup kembali atau hanya bangkit sesaat sebelum mati suri untuk kedua kalinya.

Meow! Tanya Nesi!
😸