Brad Pitt Kembali Jadi Bintang dan Produser World War Z 2, Edward Berger Resmi Menyutradarai
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

- Setelah lebih dari satu dekade penantian dan sejumlah upaya produksi yang kandas, Brad Pitt resmi kembali membintangi sekaligus memproduseri sekuel World War Z .
- Kepastian ini mengakhiri teka-teki panjang kelanjutan film horor kebencanaan rilisan 2013 tersebut.
- Edward Berger telah sepakat duduk di kursi sutradara berdasarkan naskah garapan Dennis Kelly, sebagaimana dilaporkan Variety pada Jumat (18/9).
Setelah lebih dari satu dekade penantian dan sejumlah upaya produksi yang kandas, Brad Pitt resmi kembali membintangi sekaligus memproduseri sekuel World War Z. Kepastian ini mengakhiri teka-teki panjang kelanjutan film horor kebencanaan rilisan 2013 tersebut. Edward Berger telah sepakat duduk di kursi sutradara berdasarkan naskah garapan Dennis Kelly, sebagaimana dilaporkan Variety pada Jumat (18/9).
Pitt tidak hanya kembali berakting di depan kamera. Ia juga memegang kendali kreatif sebagai produser bersama Dede Gardner dan Jeremy Kleiner yang mewakili rumah produksi Plan B. Sementara itu, Berger akan bertindak sebagai produser eksekutif untuk proyek ini. Detail alur cerita sekuel tersebut hingga kini masih dirahasiakan rapat oleh pihak studio.
Keterlibatan Berger bukan tanpa alasan. Sutradara ini sebelumnya menorehkan reputasi kuat lewat film All Quiet on the Western Front dan Conclave. Yang menarik, ia juga baru saja mengarahkan Brad Pitt dalam film A24 berjudul The Riders. Kolaborasi terbaru mereka di balik layar tentu memberi modal kepercayaan tersendiri bagi Paramount.
Jalan menuju realisasi sekuel ini terjal. Pada April 2026, Paramount akhirnya mengumumkan bahwa proyek ini masuk tahap pengembangan aktif. Pengumuman tersebut menutup babak panjang ketidakpastian, termasuk versi garapan kolaborator langganan Pitt, David Fincher, yang batal diproduksi pada 2019. Butuh tujuh tahun sejak pembatalan itu hingga studio menemukan formula tim yang tepat.
Film pertama yang rilis pada Juni 2013 mengikuti perjalanan Gerry Lane, karakter mantan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diperankan Pitt. Ia berkeliling dunia mencari solusi atas wabah zombi yang muncul secara tiba-tiba. Diadaptasi dari novel karya Max Brooks pada 2006, film aslinya disutradarai Marc Forster dengan naskah ditulis Matthew Michael Carnahan, Drew Goddard, dan Damon Lindelof, berdasarkan cerita karya Carnahan dan J. Michael Straczynski.
Secara komersial, waralaba ini adalah raksasa. Film pertamanya meraih pendapatan kotor lebih dari US$540 juta dari bujet US$269 juta. Angka tersebut menjadikannya film bertema zombi dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Penampilan Pitt dan keberhasilan film itu dalam menghidupkan kembali genre zombi mendapat ulasan yang umumnya positif dari para kritikus.
Analisis Redaksi
Kembalinya Brad Pitt ke semesta World War Z membawa beban ekspektasi yang luar biasa berat. Dengan bujet film pertama mencapai US$269 juta dan pendapatan US$540 juta, margin keuntungan sebenarnya tidak terlalu lebar untuk ukuran blockbuster Hollywood. Paramount jelas membutuhkan kombinasi antara nama besar Pitt dan visi penyutradaraan Berger agar sekuel ini tidak sekadar menjadi nostalgia mahal, melainkan tontonan yang relevan dengan selera penonton bioskop saat ini.
Penunjukan Edward Berger adalah langkah strategis yang patut dicermati. Rekam jejaknya di film seperti All Quiet on the Western Front membuktikan kemampuannya mengelola skala produksi besar tanpa mengorbankan kedalaman emosi karakter. Fakta bahwa ia baru saja bekerja sama dengan Pitt di film A24, The Riders, mengindikasikan adanya kecocokan kerja yang sudah teruji sebelum keduanya terjun ke proyek bernilai ratusan juta dolar ini.
Pembatalan versi David Fincher pada 2019 sempat membuat proyek ini dianggap mati suri. Namun, pengumuman Paramount pada April 2026 tentang status pengembangan aktif menunjukkan bahwa studio melihat celah pasar yang belum tergarap. Tantangan terbesar Dennis Kelly sebagai penulis naskah adalah meramu cerita yang mampu melampaui ketegangan film pertama, tanpa terjebak mengulang formula pencarian obat penawar yang sudah usang di genre zombi modern.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Perpisahan Chimot: Permintaan Maaf dan Warisan 20 Tahun for Revenge

Sinematografi Romantis: Tian Xiwei Kembali ke Drama Modern 'Love Knows No Walls' dengan Nuansa Suspense Gelap

Reese Witherspoon Pangkas Separuh Staf Hello Sunshine, Fokus pada Proyek Film dan Buku
