Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

21 Pemain Timnas Indonesia Kumpul di Jakarta, Persiapan Matang Menuju FIFA ASEAN Cup 2026

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

21 Pemain Timnas Indonesia Kumpul di Jakarta, Persiapan Matang Menuju FIFA ASEAN Cup 2026
BAGIKAN:

Sebanyak 21 pemain Timnas Indonesia telah berkumpul di Jakarta untuk menjalani persiapan menuju turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan bergulir pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Kehadiran mayoritas skuad ini menjadi sinyal kuat bahwa pelatih John Herdman ingin memaksimalkan waktu latihan sebelum laga pembuka melawan Singapura.

Dari total 23 nama yang sebelumnya diumumkan oleh John Herdman, 21 pemain sudah menginjakkan kaki di ibu kota. Kelompok pemain diaspora yang tiba lebih dulu meliputi Luke Vickery, Mitchell Baker, Maarten Paes, Kevin Diks, Ole Romeny, Emil Audero, hingga Joey Pelupessy. Mereka langsung bergabung dengan rekan setim untuk menyesuaikan ritme latihan.

Sementara itu, para pemain yang berkarier di kompetisi domestik juga sudah melapor. Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, serta Ivar Jenner tercatat hadir memperkuat barisan skuad Garuda. Menariknya, Shayne Pattynama baru menerima panggilan susulan dari Persija Jakarta pada 20 September 2026, namun ia tetap bisa langsung menyatu dengan kelompok utama.

Perhatian publik tertuju pada beberapa nama yang berpeluang menjalani debut internasional. Luke Vickery menjadi salah satu sosok paling dinantikan. Melalui unggahan video di Instagram, ia menyampaikan antusiasmenya secara terbuka. "Halo suporter Timnas, ini akan menjadi turnamen pertama saya bersama tim nasional," kata Vickery.

Vickery tidak menyembunyikan rasa penasarannya untuk tampil di hadapan pendukung Indonesia yang dikenal fanatik. "Merasakannya langsung di Indonesia, di hadapan para suporter, tentu akan menjadi pengalaman yang istimewa. Saya tidak sabar untuk memberikan segalanya demi membantu tim meraih trofi," kata Vickery. Pernyataan ini menunjukkan motivasi tinggi dari pemain anyar tersebut.

Jadwal fase grup menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima. Tim Merah Putih tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Indonesia akan mengawali perjuangannya menghadapi Singapura pada 25 September, kemudian Malaysia pada 28 September, dan menutup babak penyisihan melawan Bangladesh pada 1 Oktober 2026.

Berikut daftar lengkap 21 pemain yang sudah tiba: 1. Luke Vickery, 2. Mitchell Baker, 3. Maarten Paes, 4. Thom Haye, 5. Ragnar Oratmangoen, 6. Jordi Amat, 7. Egy Maulana Vikri, 8. Rayhan Hannan, 9. Dion Markx, 10. Shayne Pattynama, 11. Rizky Ridho, 12. Nadeo Argawinata, 13. Dony Tri Pamungkas, 14. Ivar Jenner, 15. Kevin Diks, 16. Elkan Baggott, 17. Ole Romeny, 18. Emil Audero, 19. Justin Hubner, 20. Nathan Tjoe-A-On, 21. Joey Pelupessy.

Analisis Redaksi

Kumpulnya 21 dari 23 pemain hanya berselang tiga hari sebelum laga pembuka merupakan langkah taktis yang krusial. John Herdman memiliki modal waktu yang cukup sempit untuk meramu kombinasi antara pemain diaspora seperti Emil Audero dan Kevin Diks dengan pilar lokal macam Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata. Sinkronisasi gaya bermain dua kelompok ini akan menentukan seberapa solid lini belakang maupun transisi serangan Timnas Indonesia saat menghadapi tekanan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Panggilan susulan kepada Shayne Pattynama pada 20 September 2026 mengindikasikan adanya evaluasi mendadak terkait kebutuhan taktis atau kondisi fisik pemain lain. Langkah ini lazim dalam turnamen singkat. Pelatih membutuhkan opsi cadangan yang benar-benar siap tempur sejak menit pertama, bukan sekadar pelengkap daftar peserta.

Faktor debutan seperti Luke Vickery membawa energi segar sekaligus risiko adaptasi. Motivasi Vickery untuk mempersembahkan trofi patut diapresiasi, tetapi beban ekspektasi suporter di kandang sendiri kerap kali menjadi pedang bermata dua bagi pemain yang baru pertama kali mengenakan seragam merah putih. Manajemen tim perlu memastikan proses integrasi berjalan natural agar antusiasme individu tidak merusak keseimbangan kolektif sepanjang fase grup.

Meow! Tanya Nesi!
😸