Tim DVI Polda Kalsel Terima Jenazah ke-10 Korban Kapal Virgo Transport 8
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan resmi menerima jenazah ke-10 korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 pada Minggu, 20 September 2026. Penyerahan tubuh korban ini menandai babak baru dalam upaya identifikasi yang terus dikebut oleh pihak kepolisian sejak insiden nahas tersebut terjadi.
Penerimaan jenazah kesepuluh ini berlangsung di posko DVI yang telah beroperasi penuh selama proses pencarian. Tim medis dan forensik langsung mengambil alih penanganan fisik korban begitu tiba di lokasi pemeriksaan. Setiap tahapan dilakukan dengan protokol ketat untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pencocokan data ante-mortem dan post-mortem.
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami kecelakaan yang memicu operasi pencarian berskala besar di perairan Kalimantan Selatan. Insiden ini memaksa aparat gabungan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengevakuasi para penumpang maupun awak kapal yang menjadi korban. Proses evakuasi di lapangan berjalan beriringan dengan kerja laboratorium identifikasi.
Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bekerja tanpa henti mencocokkan data primer seperti sidik jari, rekam gigi, hingga profil DNA. Langkah ini mutlak diperlukan sebelum jenazah dapat diserahkan kepada keluarga yang berhak. Identifikasi korban bencana massal memang menuntut presisi tinggi agar tidak menimbulkan duka ganda bagi pihak keluarga yang menunggu.
Bagi masyarakat luas dan khususnya keluarga korban, penyerahan jenazah ke-10 ini membawa campuran antara kelegaan dan kepiluan. Kepastian identitas memungkinkan keluarga segera melaksanakan pemakaman secara layak sesuai keyakinan masing-masing. Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban lain yang belum ditemukan atau belum teridentifikasi tetap menjadi perhatian utama publik.
Analisis Redaksi
Diterimanya jenazah ke-10 oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa operasi pencarian dan identifikasi korban Kapal Virgo Transport 8 masih berjalan intensif. Angka sepuluh bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti nyata bahwa mekanisme tanggap darurat kepolisian berfungsi di tengah tekanan waktu dan keterbatasan kondisi geografis perairan setempat.
Yang perlu diwaspadai dari sini adalah potensi kelelahan tim forensik di lapangan jika jumlah korban ternyata lebih banyak dari perkiraan awal. Kerja identifikasi bencana massal menguras konsentrasi tingkat tinggi. Satu kelalaian kecil dalam pencocokan data bisa berujung pada tragedi kemanusiaan baru berupa salah serah jenazah kepada keluarga yang salah.
Secara logis, langkah selanjutnya yang harus diambil pihak kepolisian adalah mempercepat publikasi data korban yang sudah teridentifikasi kepada publik secara transparan. Keluarga yang masih menunggu membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji. Selain itu, investigasi penyebab karamnya kapal ini wajib berjalan paralel agar akar masalah keselamatan pelayaran bisa dibongkar tuntas.