Satu Jasad Korban KM Virgo 8 Ditemukan, 125 Orang Masih Hilang di Laut Jawa

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Satu Jasad Korban KM Virgo 8 Ditemukan, 125 Orang Masih Hilang di Laut Jawa
BAGIKAN:

Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) kembali menemukan satu jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/9) pukul 14.14 WITA. Penemuan ini menambah daftar korban yang berhasil dievakuasi, meski ratusan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan bahwa jenazah tersebut ditemukan oleh penyelam BSG saat melakukan pencarian intensif di dalam badan kapal. Temuan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan yang terus beroperasi di tengah kondisi lapangan yang menantang.

"Penemuan satu korban hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga," ujar Syafii dalam keterangan resminya, Minggu.

Setelah ditemukan, tim SAR Gabungan segera mengevakuasi korban menuju KN SAR Kamajaya untuk proses penanganan lebih lanjut. Evakuasi lanjutan dilakukan melalui jalur udara menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas dengan teknik hoisting rescue net. Metode ini dipilih untuk memastikan pengangkatan korban dari kapal ke helikopter berlangsung secara aman dan terukur.

Dengan temuan terbaru ini, total korban yang telah ditemukan mencapai 118 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, masih tersisa 125 orang yang statusnya belum ditemukan. Basarnas bersama unsur SAR Gabungan lainnya tetap mengoptimalkan penggunaan penyelam, sarana laut, serta dukungan udara di sekitar lokasi kejadian.

Kapal feri ini dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Laporan awal menyebutkan kapal mengalami cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak dan ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo pada hari yang sama.

Analisis Redaksi

Operasi pencarian yang memasuki minggu kedua menunjukkan kompleksitas tinggi akibat posisi kapal yang terbalik. Penggunaan teknik hoisting rescue net menandakan bahwa akses ke dalam bangkai kapal masih sangat terbatas dan berisiko bagi penyelam. Fokus pada keselamatan personel SAR adalah langkah tepat, mengingat tekanan psikologis dan fisik tim di lapangan sudah berada pada titik kritis.

Angka 125 orang yang masih hilang menjadi beban moral yang berat bagi semua pihak. Transparansi data manifes dan koordinasi antar-lembaga menjadi kunci agar tidak ada tumpang tindih informasi yang dapat menimbulkan kepanikan atau harapan palsu bagi keluarga korban. Publik perlu memahami bahwa proses evakuasi di laut terbuka dengan arus kuat seperti di Perairan Masalembo tidak bisa dipaksakan tanpa perhitungan risiko yang matang.

Meow! Tanya Nesi!
😸