Pemprov Papua Pegunungan Imbau Warga di Delapan Kabupaten Hijaukan Kembali Hutan Gundul

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pemprov Papua Pegunungan Imbau Warga di Delapan Kabupaten Hijaukan Kembali Hutan Gundul
BAGIKAN:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan secara resmi mengimbau masyarakat yang bermukim di delapan kabupaten untuk bergerak menghijaukan kembali kawasan hutan gundul. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap kondisi tutupan hutan yang terus menyusut dan mengancam keseimbangan ekologis di wilayah pegunungan tersebut.

Seruan penghijauan ini menyasar seluruh lapisan warga di delapan kabupaten yang berada di bawah yurisdiksi Papua Pegunungan. Pemerintah daerah meminta partisipasi aktif masyarakat karena luasnya area kritis tidak mungkin ditangani hanya dengan mengandalkan anggaran dan tenaga dari birokrasi semata. Keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan program pemulihan lahan ini.

Kondisi hutan gundul di wilayah pegunungan membawa risiko bencana yang nyata. Akar pepohonan yang hilang membuat tanah kehilangan daya ikatnya, sehingga ancaman longsor dan banjir bandang selalu membayangi permukiman warga setiap kali musim hujan tiba. Topografi yang terjal memperparah kerentanan ini.

Provinsi Papua Pegunungan sendiri merupakan daerah otonomi baru hasil pemekaran. Infrastruktur dan kapasitas kelembagaan masih dalam tahap penataan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis komunitas melalui imbauan langsung kepada masyarakat menjadi strategi paling rasional yang bisa ditempuh pemerintah provinsi saat ini untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Bagi ribuan warga yang menggantungkan hidup pada hasil alam, kerusakan hutan berdampak langsung pada sumber mata air dan kesuburan tanah. Jika dibiarkan tanpa intervensi, degradasi lingkungan ini akan memukul ketahanan pangan lokal dan memaksa masyarakat adat meninggalkan wilayah leluhur mereka akibat hilangnya fungsi ekologis dasar.

Upaya restorasi bentang alam di dataran tinggi membutuhkan komitmen jangka panjang. Penanaman pohon tidak boleh berhenti sekadar sebagai seremonial sesaat. Jenis bibit yang dipilih harus sesuai dengan karakteristik ekosistem asli pegunungan agar tingkat kelangsungan hidupnya tinggi dan mampu mengembalikan fungsi hidrologis kawasan.

Analisis Redaksi

Imbauan Pemprov Papua Pegunungan ini adalah langkah awal yang tepat, namun jauh dari kata cukup jika tidak dibarengi dengan dukungan teknis dan logistik. Mengandalkan kesadaran masyarakat tanpa menyediakan bibit unggul, pendampingan agronomi, serta insentif ekonomi hanya akan menghasilkan gerakan musiman yang layu sebelum berkembang. Pemerintah pusat perlu memastikan alokasi dana transfer ke daerah otonom baru ini benar-benar menyentuh sektor pemulihan lingkungan, bukan habis terserap oleh belanja rutin birokrasi yang baru terbentuk.

Yang patut diwaspadai adalah akar penyebab penggundulan hutan itu sendiri. Apakah deforestasi terjadi murni karena kebutuhan kayu bakar dan perladangan berpindah warga lokal, atau ada campur tangan eksploitasi skala besar yang luput dari pengawasan? Tanpa audit menyeluruh terhadap izin-izin pemanfaatan lahan di delapan kabupaten tersebut, upaya penghijauan ibarat menambal ember bocor. Analisis tata ruang dan penegakan hukum lingkungan harus berjalan paralel dengan aksi tanam pohon.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus ditempuh pemerintah provinsi adalah membentuk satuan tugas lintas kabupaten yang melibatkan tokoh adat dan aparat desa. Pemetaan titik-titik kritis longsor perlu segera diselesaikan sebelum puncak musim hujan. Integrasi kearifan lokal masyarakat Papua dalam pengelolaan hutan adat harus dijadikan fondasi kebijakan, bukan sekadar tempelan narasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Meow! Tanya Nesi!
😸