Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Niat Survei Lokasi Ulang Tahun Ibu, Shelyn Adlyani Malah Main Drum 7 Lagu di Hotel Aston Sorong

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Niat Survei Lokasi Ulang Tahun Ibu, Shelyn Adlyani Malah Main Drum 7 Lagu di Hotel Aston Sorong
BAGIKAN:

Kunjungan singkat Shelyn Adlyani ke Hotel Aston Sorong, Papua, pada 19 September 2026 untuk menyurvei lokasi perayaan ulang tahun sang ibu, Sherly, berujung pada penampilan panggung yang sama sekali tidak direncanakan. Siswi kelas 3 SD itu mendadak naik panggung dan memainkan drum mengiringi tujuh lagu bersama Kita Band dalam acara musik reguler bertajuk Acoustic Night.

Kejadian bermula ketika Shelyn melihat gurunya di Golden Gate School, Christo Jay, tengah bersiap tampil malam itu. Tanpa ragu, Christo langsung mengajak muridnya tersebut bergabung di atas panggung. "Ini muridku di sekolah. Tak hanya pintar secara akademis, Shelyn juga punya banyak bakat, termasuk musik. Makanya, kami mengajaknya mengiringi dengan kemampuan drumnya yang luar biasa," kata Christo.

Drummer berusia delapan tahun itu menerima tantangan tanpa persiapan apa pun. Ia memukul drum mengiringi tujuh nomor secara langsung. Salah satu lagu yang ia mainkan adalah Tabola Bale. Penampilan solid membawakan lagu tersebut langsung melekatkan julukan 'Drummer Tabola Bale' pada dirinya. Suasana Acoustic Night sontak berubah lebih hidup. Pengunjung bergoyang mengikuti irama, disusul tepuk tangan riuh begitu Shelyn dan Kita Band menyelesaikan set mereka.

Christo Jay bukan sosok sembarangan di panggung musik lokal. Selain mengajar di Golden Gate School, pria ini berprofesi sebagai penyanyi dan baru saja menjuarai Bintang Radio Indonesia RRI Sorong. Bersama Kita Band, ia rutin mengisi berbagai acara di kota tersebut, termasuk menjadi pengisi tetap di Hotel Aston Sorong. Mengetahui kapasitas bermusik Shelyn, keputusan menariknya ke atas panggung terasa sangat natural.

Bagi Shelyn, momen ini meninggalkan kesan mendalam. Ia memang mengagumi kualitas vokal sang guru. "Nggak sangka diajakin ngejam bareng sama guruku. Aku sendiri ngefans sama suaranya Sir Christo. Sebentar lagi dia akan berlaga di Bintang Radio Papua, aku doakan biar menang terus sampai juara nasional," ujar Shelyn.

Kemampuan pukulannya lahir dari kedisiplinan berlatih di Purwacaraka Music Sorong di bawah bimbingan Yada Simamora. Di sana, Shelyn menguasai teknik dasar sekaligus mengembangkan permainan ritme yang lebih kompleks. Ambisinya tidak berhenti pada drum. Ia kini mulai mempelajari gitar dan keyboard agar bisa bereksplorasi lebih luas. "Aku ingin bisa main banyak alat musik supaya bisa menghibur teman-teman dan guru di sekolah," tuturnya. Di luar musik, anak ini juga menekuni olahraga diving dan menembak, bahkan tercatat sebagai salah satu anggota termuda Perbakin.

Analisis Redaksi

Peristiwa di Hotel Aston Sorong ini memperlihatkan bagaimana ekosistem pendidikan dan komunitas seni lokal mampu beririsan secara organik. Hubungan guru-murid antara Christo Jay dan Shelyn Adlyani tidak terkunci di ruang kelas Golden Gate School, melainkan meluas ke panggung publik. Fakta bahwa seorang pemenang Bintang Radio Indonesia RRI Sorong berani menyerahkan bagian vital dari penampilannya kepada murid berusia delapan tahun menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kurikulum latihan di Purwacaraka Music Sorong. Ini bukan sekadar aksi spontanitas, melainkan bukti konkret hasil transfer keterampilan yang berjalan efektif.

Kapasitas Shelyn memainkan tujuh lagu secara langsung tanpa gladi resik patut dicatat serius. Anak seusianya umumnya masih berkutat pada hafalan pola dasar. Namun, bimbingan Yada Simamora terbukti memberinya fondasi ritme yang cukup matang untuk beradaptasi dengan dinamika band profesional di atas panggung. Perluasan minatnya ke instrumen gitar, keyboard, hingga aktivitas fisik seperti diving dan statusnya sebagai anggota muda Perbakin, mengindikasikan dukungan lingkungan keluarga yang tidak membatasi eksplorasi anak pada satu jalur tunggal.

Langkah selanjutnya yang logis bagi Christo Jay adalah membawa nama Shelyn dalam narasi kampanyenya menuju Bintang Radio Papua. Kolaborasi panggung semacam ini berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi juri maupun publik pendengar radio di wilayah timur Indonesia. Sementara bagi manajemen Hotel Aston Sorong, insiden musikal ini memberikan nilai tambah tak terduga bagi program Acoustic Night mereka, membuktikan bahwa format pertunjukan terbuka di daerah mampu melahirkan kejutan artistik yang jarang ditemukan di panggung-panggung konvensional ibu kota.

Meow! Tanya Nesi!
😸