Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Indonesia Tambah 1 Perak dan 3 Perunggu, Klasemen Asian Games 2026 Bertahan di Posisi 8

OlahragaDimas PratamaDimas PratamaSumber: CNN Olahraga
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Indonesia Tambah 1 Perak dan 3 Perunggu, Klasemen Asian Games 2026 Bertahan di Posisi 8
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kontingen Indonesia mengukuhkan posisinya di papan tengah klasemen medali Asian Games 2026 setelah meraih tambahan satu medali perak dan tiga perunggu pada Minggu (20/9) sore WIB.
  • Medali perak pertama bagi Indonesia datang dari cabang olahraga teqball nomor tunggal putri.
  • Atlet Sumaya tampil gigih di Higashi Sports Center, Nagoya, namun harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hin, dalam laga final yang berlangsung sengit.

Kontingen Indonesia mengukuhkan posisinya di papan tengah klasemen medali Asian Games 2026 setelah meraih tambahan satu medali perak dan tiga perunggu pada Minggu (20/9) sore WIB. Capaian ini membawa total sementara tim Merah Putih menjadi nol emas, satu perak, dan tiga perunggu, menempatkan mereka di peringkat delapan tepat di bawah Irak yang mengumpulkan dua medali perunggu lebih banyak.

Medali perak pertama bagi Indonesia datang dari cabang olahraga teqball nomor tunggal putri. Atlet Sumaya tampil gigih di Higashi Sports Center, Nagoya, namun harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hin, dalam laga final yang berlangsung sengit. Sumaya sebenarnya membuka pertandingan dengan优势 saat merebut gim pertama dengan skor tipis 12-10, menunjukkan ketajaman refleks dan strategi awal yang efektif melawan lawannya.

Namun, momentum berbalik arah pada dua gim berikutnya. Wai Khin Hin berhasil membaca pola permainan Sumaya, memenangkan gim kedua dengan skor 12-8 dan menutup pertandingan di gim ketiga dengan skor 12-9. Kekalahan ini memastikan medali emas menjadi milik atlet Myanmar tersebut, sementara Sumaya pulang dengan medali perak yang tetap menjadi prestasi berharga bagi debut teqball di ajang multievent terbesar Asia ini.

Cabor teqball juga menyumbang warna perunggu melalui Yoga Adika Putra di nomor tunggal putra. Medali ini diamankan tanpa perlu melalui pertarungan fisik penuh karena lawan Yoga, Zaid Eidan dari Kuwait, memutuskan untuk mengundurkan diri dari partai perebutan medali ketiga. Keputusan mundur tersebut secara otomatis meloloskan Yoga ke podium ketiga, melengkapi sumbangan medali dari cabor yang relatif baru ini.

Dua medali perunggu lainnya berasal dari cabang wushu dan soft tenis. Seraf Naro Siregar menjadi pahlawan bagi kontingen wushu setelah finis di posisi ketiga nomor Men's Changquan dengan total nilai 9,720. Ia berada selisih sangat tipis dengan pemenang emas, Kuong Chi Hin dari Makau, yang mencatatkan poin 9,723, serta rekan senegaranya Song Chi Kuan yang meraih perak. Sementara itu, tim beregu putra soft tenis harus puas dengan perunggu setelah takluk 0-2 dari Jepang di babak semifinal, mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini.

Analisis Redaksi

Pencapaian empat medali dalam sehari menunjukkan konsistensi atlet Indonesia di cabang olahraga yang membutuhkan presisi tinggi seperti teqball dan wushu. Namun, absennya medali emas hingga hari kesepuluh kompetisi menjadi sinyal peringatan bagi manajemen kontingen. Dominasi China dan Jepang di puncak klasemen dengan masing-masing empat emas menegaskan bahwa persaingan di level elit Asia semakin ketat, menuntut evaluasi mendalam terhadap strategi pembinaan atlet di cabor-cabor potensial lainnya.

Posisi Indonesia di peringkat delapan masih aman dari kejaran langsung negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja yang belum memiliki emas, namun jarak dengan Irak di peringkat tujuh cukup tipis. Dengan sisa hari pertandingan yang masih tersedia, fokus utama kini bukan lagi sekadar menambah jumlah medali, tetapi mengubah warna perunggu dan perak menjadi emas untuk mendongkrak prestise nasional di mata internasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸