Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Asih/Rajiah Raih Perak Speed Relay Putri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Asih/Rajiah Raih Perak Speed Relay Putri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Kadek Adi Asih dan Rajiah Sallsabillah merebut medali perak nomor speed relay putri pada seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing, China, Minggu (20/9).
  • Duo pemanjat Indonesia ini finis kedua setelah takluk dari pasangan tuan rumah dalam laga final yang berlangsung ketat.
  • Pertarungan memperebutkan emas berjalan dramatis sejak detik pertama.

Kadek Adi Asih dan Rajiah Sallsabillah merebut medali perak nomor speed relay putri pada seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Chongqing, China, Minggu (20/9). Duo pemanjat Indonesia ini finis kedua setelah takluk dari pasangan tuan rumah dalam laga final yang berlangsung ketat.

Pertarungan memperebutkan emas berjalan dramatis sejak detik pertama. Asih membuka pemanjatan dengan catatan waktu 6,70 detik. Rajiah yang bertugas sebagai pemanjat kedua sempat terpeleset di tengah lintasan. Insiden itu langsung meruntuhkan momentum tim Indonesia. Rajiah akhirnya menyentuh titik akhir dengan waktu 8,60 detik. Total akumulasi waktu keduanya berhenti di angka 15,30 detik.

Dua pemanjat China tampil jauh lebih solid. Jingyue Fan melesat dengan catatan 6,43 detik sebelum menyerahkan estafet kepada Shaoqin Zhang yang membukukan 6,54 detik. Pasangan ganda China itu mengunci medali emas lewat total waktu 12,97 detik. Sementara itu, wakil Italia, Giulla Randi dan Beatrice Colli, harus puas membawa pulang medali perunggu.

Rajiah menolak tenggelam dalam kekecewaan usai insiden terpeleset tersebut. Ia justru menyoroti fondasi kerja keras tim sepanjang turnamen. "Kunci keberhasilan kami adalah konsistensi. Kami berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap pemanjatan karena tidak ada hal yang tidak mungkin," ujar Rajiah dalam rilis FPTI.

Asih menambahkan bahwa kedisiplinan mengikuti program latihan dari pelatih menjadi faktor utama raihan medali perak ini. Kendati begitu, ia tetap melihat celah yang wajib dibenahi untuk kompetisi mendatang. "Kalau saya, yang harus ditingkatkan lagi mungkin fokus saat pemanjatan agar pikiran saya tidak ke mana-mana saat memanjat. Selain itu, saya harus lebih konsisten lagi," katanya.

Sayangnya, euforia perak tim putri tak diikuti sektor putra. Antasyafi Robby Al Hilmi dan Raharjati Nursamsa terhenti pada babak perempat final nomor speed relay putra. Medali emas nomor ini jatuh ke tangan wakil Ukraina. Kontingen Indonesia juga turun di nomor speed putra, speed putri, dan speed relay campuran, namun belum berhasil meraih medali tambahan.

Analisis Redaksi

Celah waktu nyaris tiga detik antara Indonesia dan China menunjukkan bahwa satu kesalahan teknis di lintasan 15 meter langsung berujung fatal. Terpelesetnya Rajiah bukan sekadar masalah fisik, melainkan pengingat soal tekanan psikologis di partai puncak melawan tuan rumah. Catatan 8,60 detik milik Rajiah terpaut sangat jauh dibandingkan 6,54 detik milik Shaoqin Zhang. Jarak inilah yang membedakan peraih emas dan perak di level elit panjat tebing Indonesia.

Evaluasi jujur Asih soal fokus dan konsistensi patut diapresiasi. Pernyataan tersebut membuktikan kematangan mental seorang atlet yang sudah memahami peta kelemahannya sendiri tanpa mencari alasan eksternal. Di sisi lain, mandegnya langkah tim putra di perempat final serta kegagalan meraup medali di nomor individual dan campuran menandakan kedalaman skuad kita masih timpang.

Langkah paling logis bagi tim pelatih selepas seri Chongqing ini adalah membedah ulang rekaman video pemanjatan Rajiah secara frame per frame. Mereka perlu menemukan akar biomekanik penyebab terpeleset tersebut, apakah terkait sudut tumpuan kaki atau distribusi beban tubuh saat transisi estafet. Tanpa perbaikan detail semacam ini, jarak dua hingga tiga detik dari dominasi China akan terus menjadi tembok tebal yang sulit diruntuhkan di kejuaraan dunia berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ