Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

1.600 Drone Ukraina Hantam Rusia, Kilang Minyak Moskow Rusak di Hari Terakhir Pemilu Parlemen

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

1.600 Drone Ukraina Hantam Rusia, Kilang Minyak Moskow Rusak di Hari Terakhir Pemilu Parlemen
BAGIKAN:

Ratusan drone Ukraina menggempur wilayah Moskow tepat pada hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia, menewaskan dua orang, melukai 20 lainnya, dan merusak kilang minyak utama milik Kremlin. Serangan masif ini memaksa otoritas pertahanan udara Rusia menembak jatuh lebih dari 1.600 drone dalam satu gelombang operasi yang mengubah momen politik menjadi arena pertempuran terbuka.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin langsung bereaksi keras melalui akun Telegram-nya. Dia menuding Kyiv secara sengaja berupaya mengganggu pelaksanaan pemilu. Dari total 1.600 drone yang ditembak jatuh, sekitar 450 drone disebut mengarah langsung ke ibu kota. "Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil," tegas Sobyanin.

Dampak serangan ini memakan korban jiwa sipil. Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas, yakni seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia di dua lokasi berbeda. Jatuhnya drone memicu kebakaran hebat pada sebuah gedung berlantai 21, memaksa petugas mengevakuasi sebanyak 400 orang dari bangunan tersebut. Vorobyov sendiri memilih tidak merinci asal-usul drone yang menghantam wilayahnya.

Selain menargetkan kawasan permukiman, gempuran udara ini menyasar infrastruktur energi strategis. Sobyanin mengakui bahwa sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Kyiv untuk melumpuhkan sumber pendapatan vital Kremlin yang selama ini digunakan guna mendanai upaya perang mereka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan narasi yang bertolak belakang dengan klaim Moskow. Alih-alih meminta maaf atau membantah, dia justru mengapresiasi operasi pasukan negaranya. "Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," kata Zelensky. Pernyataan ini menunjukkan bahwa serangan tersebut bukan insiden acak, melainkan operasi terencana yang dipantau langsung dari level tertinggi kepemimpinan Ukraina.

Kekerasan terkait pemilu tidak hanya terjadi di daratan Rusia. Di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang saat ini diduduki oleh Moskow, serangan drone menghantam sebuah bus dan menewaskan dua orang. Salah satu korban tewas adalah anggota komisi pemilihan umum setempat, menurut keterangan pihak berwenang. Insiden ini memperlihatkan bagaimana proses demokrasi di zona konflik berjalan di bawah bayang-bayang kematian.

Analisis Redaksi

Pemilihan waktu serangan pada hari terakhir pemilu parlemen Rusia bukanlah kebetulan taktis semata. Ini adalah pesan psikologis yang dikirimkan Kyiv langsung ke ruang tamu warga Rusia. Dengan menembakkan 450 drone ke arah Moskow dan merusak kilang minyak, Ukraina membuktikan bahwa sistem pertahanan udara yang dibanggakan Kremlin memiliki celah fatal. Klaim Sobyanin bahwa musuh tidak berhasil terasa kontradiktif ketika dua warga sipil tewas, 400 orang dievakuasi dari gedung terbakar, dan fasilitas energi vital rusak parah.

Yang perlu diwaspadai dari eskalasi ini adalah pergeseran target militer Ukraina. Menyerang kilang minyak di area Moskow berarti Kyiv kini berani memukul jantung ekonomi Rusia, bukan sekadar pos-pos militer di garis depan. Jika infrastruktur energi terus dihancurkan secara sistematis, kapasitas finansial Kremlin untuk mempertahankan mesin perangnya akan tergerus signifikan dalam hitungan bulan.

Langkah selanjutnya secara logis akan melihat respons balasan Rusia yang kemungkinan besar lebih agresif terhadap jaringan listrik dan pusat komando Ukraina. Di sisi lain, keberhasilan Zelensky mengeksekusi operasi berskala besar ini akan memperkuat posisi tawar Kyiv dalam setiap potensi negosiasi damai di masa depan. Perang drone telah mengubah kalkulasi geopolitik, dan pemilu Rusia kali ini menjadi saksi betapa rapuhnya rasa aman di negara nuklir terbesar dunia.

Meow! Tanya Nesi!
😸