Tim DVI Polda Kalsel Identifikasi 3 Jenazah KM Virgo, Total Korban Meninggal Jadi 9 Orang
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Polri mengidentifikasi tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dievakuasi dari badan kapal pada Sabtu (19/9). Ketiga korban berjenis kelamin dua laki-laki dan satu perempuan ini merupakan warga Banjarmasin. Penemuan tersebut membuat total korban meninggal dunia akibat kecelakaan kapal motor ini mencapai sembilan orang.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Much Sofwan membenarkan pihaknya telah menerima tiga kantung jenazah. Proses identifikasi berjalan melalui pencocokan rekam medis, properti, dan sidik jari secara ketat. "Berdasarkan pemeriksaan data Ante Mortem dan Post Mortem, berhasil mengidentifikasi tiga jenazah itu," ujar Sofwan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Sabtu (19/9).
Sofwan menjelaskan keluarga ketiga korban sudah menerima informasi duka ini. Tim gabungan akan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga segera setelah konferensi pers berakhir. Angka kematian terus bergerak naik seiring proses pencarian yang masih berlangsung intensif di perairan setempat.
Identifikasi tiga jenazah terbaru menambah daftar panjang penumpang KM Virgo Transport 8 yang meregang nyawa. Kepala SAR Banjarmasin I Putu Sudayana merinci total korban yang terevakuasi kini berjumlah 117 orang. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan sembilan lainnya dinyatakan meninggal dunia. "Jadi yang awalnya total korban yang ditemukan atau terevakuasi berjumlah 114 orang, sekarang 117 orang. 108 dalam keadaan selamat terevakuasi, 9 orang meninggal," katanya.
Tiga korban yang baru teridentifikasi hari ini adalah Surya (59), warga Tapin, Kalimantan Selatan; Yuli (29), warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan; serta Muhammad Abdiannoor (30), warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ketiganya melengkapi enam korban lain yang lebih dulu teridentifikasi hingga Sabtu (19/9) ini.
Pencarian dan evakuasi korban SAR Banjarmasin memperlihatkan kerja tim gabungan yang bergerak cepat namun menghadapi medan sulit. Lonjakan angka evakuasi dari 114 menjadi 117 orang dalam waktu singkat menunjukkan petugas terus menyisir area sekitar bangkai kapal tanpa henti. Setiap kantung jenazah yang diangkat membawa beban tanggung jawab besar bagi tim forensik untuk memastikan identitas korban tidak tertukar.
Analisis Redaksi
Lonjakan jumlah korban meninggal dari enam menjadi sembilan orang menandakan fase kritis dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8. Evakuasi langsung dari badan kapal biasanya menghasilkan temuan jenazah dalam jumlah signifikan karena korban terjebak di ruang tertutup saat insiden terjadi. Metode identifikasi berlapis melalui rekam medis, properti, dan sidik jari yang diterapkan tim DVI Polda Kalsel menjadi benteng terakhir agar tidak terjadi kesalahan serah terima jenazah kepada keluarga yang sedang berduka.
Angka 108 korban selamat dari total 117 orang yang terevakuasi memberikan sedikit ruang lega di tengah tragedi ini. Namun, selisih antara jumlah penumpang awal dengan total korban yang ditemukan masih harus diaudit secara cermat oleh otoritas pelayaran. Keluarga korban yang belum menerima kepastian nasib sanak saudaranya akan terus menuntut kejelasan hingga seluruh manifest penumpang cocok dengan data di lapangan.
Langkah logis berikutnya adalah penyelesaian identifikasi sisa korban jika masih ada yang hilang, sekaligus penyelidikan penyebab karamnya kapal motor tersebut. Otoritas terkait wajib membuka akses data kelaikan laut KM Virgo Transport 8 kepada publik demi mencegah tragedi serupa berulang di jalur pelayaran Kalimantan Selatan. Transparansi investigasi bukan sekadar tuntutan hukum, melainkan utang moral kepada sembilan nyawa yang sudah tak bisa kembali.