Sumaya Hadapi India di Semifinal Teqball, Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026 Mendekat
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

- Hanya sehari sebelumnya, Jumat (28/9), putri asal Riau itu melakoni empat laga padat โ tiga pertandingan babak grup dan satu partai perempat final.
- Ia mengalahkan wakil Libanon dan Kirgizstan, namun tersandung di tangan Myanmar, menjadikannya runner up grup yang tetap melaju ke babak delapan besar.
- Di babak delapan besar, Sumaya tidak memberi kesempatan pada wakil Kamboja.
Atlet teqball Indonesia Sumaya akan berhadapan dengan wakil India Quimcy Joaquin pada babak semifinal putri tunggal Asian Games 2026 di Higashi Sport Center, Nagoya, Sabtu (19/9) pukul 12:00 WIB, membawa harapan medali pertama bagi kontingen Garuda.
Perjalanan ke empat besar tak instan. Hanya sehari sebelumnya, Jumat (28/9), putri asal Riau itu melakoni empat laga padat โ tiga pertandingan babak grup dan satu partai perempat final. Ia mengalahkan wakil Libanon dan Kirgizstan, namun tersandung di tangan Myanmar, menjadikannya runner up grup yang tetap melaju ke babak delapan besar.
Di babak delapan besar, Sumaya tidak memberi kesempatan pada wakil Kamboja. Kemenangan 2-0 mengantarkannya ke semifinal sekaligus memastikan peluang medali, baik emas, perak, maupun perunggu. "Saya bersyukur bisa lolos ke semifinal. Saya akan berusaha menjaga fokus, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memberikan yang terbaik di semifinal," ujarnya dalam rilis resmi NOC Indonesia.
Targetnya jelas, tidak hanya berpartisipasi. "Semifinal nanti akan jadi pertandingan yang keras, tapi saya harus yakin karena target saya meraih medali emas dan bisa mencetak sejarah," tegasnya. Keyakinan itu didasari rasa haru sekaligus bahagia yang ia akui setelah memastikan posisi medali.
Beban harapan tidak hanya di pundak Sumaya. Tunggal putra Yiga Ardika serta ganda putra Husni Uba dan La Ode Mardan turut berpeluang meraih medali perunggu, dengan laga perebutan medali dijadwalkan Minggu (20/9). Keberhasilan ganda ini bisa memperluas kontribilusi cabang olahraga yang masih relatif muda di pesta multikabangan Asia.
Analisis Redaksi
Kedatangan Sumaya di semifinal menandai momen kritis bagi teqball Indonesia. Cabang ini debut di Asian Games 2026, dan performa konsisten atlet tunggal putri โ tiga kemenangan grup serta kemenangan straight-set di perempat final โ menunjukkan persiapan fisik dan mental yang matang. Lawan dari India, Quimcy Joaquin, pasti sudah dipetakan pola mainnya oleh tim pelatih, mengingat data laga tersedia sejak babak grup.
Yang perlu diwaspadai adalah kepadatan jadwal. Empat pertandingan dalam satu hari (28/9) berisiko menimbulkan kelelahan kumulatif yang berdampak pada kelincahan dan konsentrasi di semifinal. Manajemen recovery โ nutrisi, fisioterapi, dan tidur โ 24 jam sebelum laga Sabtu (19/9) akan menentukan apakah Sumaya bisa mengeksekusi rencana permainan atau terjebak kelelahan. Jika lolos, final akan berlangsung sehari kemudian, menguji kedalaman cadangan fisik sekaligus kemampuan tim pendamping dalam merancang strategi rotasi dan pemulihan cepat.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

PSG kukuh di puncak Liga Champions, Barcelona kejar ketertinggalan setelah matchday keempat

Australia Rayu Mathew Baker, Piala Asia 2027 Diundur, Megawati Hangestri Debut di Liga Korea

Lepas dari BAM, Cheah Yee See Menikah dengan Teo Kok Siang di Bali
