Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sumaya Hadapi India di Semifinal Teqball, Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026 Berpeluang Terwujud

OlahragaEka SaputraEka SaputraSumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Sumaya Hadapi India di Semifinal Teqball, Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026 Berpeluang Terwujud
BAGIKAN:

Atlet teqball tunggal putri Indonesia, Sumaya, berpeluang menyumbang medali pertama bagi kontingen Merah Putih di Asian Games 2026 usai memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan wakil Kamboja 2-0 di babak perempat final.

Laga semifinal akan mempertemukan atlet asal Riau itu dengan Quimcy Joaquin dari India di Higashi Sport Center, Nagoya, Sabtu (19/9) pukul 12:00 WIB. Kemenangan di babak empat besar tadi menjadi penentu kelolosannya ke ronde empat besar setelah sebelumnya Sumaya catat tiga kemenangan dan satu kekalahan di fase grup.

Perjalanan ke semifinal tak mulus. Di fase grup yang digelar Jumat (28/9), Sumaya mengumpulkan tiga poin penuh atas wakil Libanon dan Kirgizstan, namun harus menyerah di tangan Myanmar. Posisi runner-up grup itu justru mengantarkannya ke babak delapan besar di mana ia menghajar代表 Kamboja dengan skor bulat 2-0 tanpa mengalahkan set pun.

"Saya bersyukur bisa lolos ke semifinal. Saya akan berusaha menjaga fokus, memperbaiki apa yang masih kurang, dan memberikan yang terbaik di semifinal," ujar Sumaya dalam rilis resmi NOC Indonesia. Ia menambahkan, semifinal nanti akan jadi pertandingan yang keras, tapi keyakinan untuk meraih emas dan mencetak sejarah tetap menjadi kompas arah.

Peluang medali bukan hanya bersandar pada Sumaya. Tunggal putra Yiga Ardika serta pasangan ganda putra Husni Uba dan La Ode Mardan juga masih hidup di perebutan medali perunggu yang dijadwalkan digelar Minggu (20/9). Ketiganya menjadi satu-satunya harapan kontingen teqball Indonesia di ajang multikabidangan ini.

Analisis Redaksi

Kelolosan Sumaya ke semifinal menandakan kedewasaan mental atlet muda ini. Kekalahan di fase grup terhadap Myanmar justru tidak menghancurkan ritme; malah jadi momentum untuk bangkit di knockout stage. Pola main agresif tapi terkendali di perempat final — menang 2-0 tanpa set terbawa — mengisyaratkan Sumaya sudah menemukan tempo ideal saat menghadapi lawan berkualitas lebih tinggi seperti Quimcy Joaquin.

Tantangan besar menunggu di semifinal. India memiliki tradisi teqball yang lebih matang di tingkat Asia, dan Quimcy bukan lawan sembarangan. Kunci bagi Sumaya ada pada konsistensi servis dan kemampuan membaca bola lawan di rally panjang. Jika berhasil menembus final, Indonesia sudah pasti minimal perak — pencapaian sejarah bagi cabang olahraga yang baru debut di Asian Games edisi ini. Langkah selanjutnya yang logis: tim pelatih harus memaksimalkan analisis video lawan hari ini, karena margin kesalahan di tingkat semifinal nol persen.

Meow! Tanya Nesi!
😸