Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Selebgram Julia Prastini Ditangkap di Apartemen Jakarta Selatan, Polisi Sita 102 Cartridge Vape Etomidate

SelebritiNadia PutriNadia PutriSumber: KapanLagi
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Selebgram Julia Prastini Ditangkap di Apartemen Jakarta Selatan, Polisi Sita 102 Cartridge Vape Etomidate
BAGIKAN:

Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap selebgram Julia Prastini alias Jule bersama tiga orang lainnya dalam operasi peredaran vape berisi zat etomidate pada 14 September 2026. Penangkapan JP, begitu polisi menyebut inisialnya, terjadi di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan dan langsung membongkar jaringan pengedar yang melibatkan dua bandar perempuan serta seorang pria warga negara asing.

Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Tandayu, membeberkan kronologi penindakan tersebut secara rinci kepada wartawan. "Jadi pada tanggal 14 September 2026, kami Satnarkoba Polresta Soekarno-Hatta melakukan penangkapan terhadap salah satu selebgram yaitu berinisial JP di sebuah apartemen yang berada di Jakarta Selatan," ujar Michael. Tim bergerak cepat setelah mengantongi informasi awal soal aktivitas mencurigakan di lokasi itu.

Penggeledahan di unit apartemen milik JP menghasilkan temuan empat cartridge berisi zat etomidate. Kondisi barang bukti itu menceritakan pola pemakaian sang selebgram. "Di mana di sana kami temukan terdapat 4 cartridge di mana 3-nya kosong yaitu sisa pakai, habis pakai, telah pakai, dan satunya masih full terisi yang berisikan zat etomidate," ungkap AKP Michael Tandayu. Tiga cartridge kosong menandakan penggunaan rutin sebelum petugas datang menggerebek.

Operasi tidak berhenti di kamar JP. Polisi mengembangkan kasus ini dan mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen berbeda di wilayah Jakarta Barat. Michael secara tegas menyebut keduanya sebagai bandar. Dari tangan RR dan RN, petugas menyita 27 cartridge vape yang mengandung etomidate. "Lalu kami juga melakukan penangkapan terhadap dua orang lainnya di tempat yang berbeda yaitu bandarnya, yaitu dua orang wanita dengan inisial RR dan RN di sebuah apartemen di Jakarta Barat, di mana ditemukan kembali 27 buah cartridge vape yang mengandung etomidate," jelasnya.

Jaringan ini ternyata memiliki simpul internasional. Petugas menangkap seorang pria warga negara asing berinisial XC sebagai langkah lanjutan. Jumlah barang bukti dari XC melonjak drastis. "Lalu tidak sampai sana, kami melakukan pengembangan kembali sehingga didapatkan satu orang pria warga negara asing yaitu dengan inisial XC, di mana didapatkan vape lagi berisi etomidate masih dengan model yang sama sebanyak 71 pieces vape. Demikian," pungkasnya. Total keseluruhan barang bukti yang disita mencapai 102 cartridge.

Etomidate sejatinya merupakan obat bius intravena yang penggunaannya sangat dibatasi untuk ruang operasi rumah sakit. Modus memasukkan zat anestesi ini ke dalam cartridge vape menunjukkan cara baru sindikat narkoba mengakali pengawasan aparat. Publik perlu menyadari bahaya mematikan dari menghirup zat penekan sistem saraf pusat tanpa dosis medis yang terukur. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat tentang risiko produk vape ilegal yang beredar tanpa standar keamanan.

Analisis Redaksi

Penangkapan selebgram seperti Julia Prastini membuktikan bahwa figur publik dengan pengikut besar rentan terseret atau bahkan dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika jenis baru. Keterlibatan seorang warga negara asing berinisial XC dengan penguasaan 71 cartridge mengindikasikan rantai pasok lintas negara yang sudah tertata rapi. Etomidate dalam bentuk vape adalah ancaman serius karena bentuknya menyerupai rokok elektrik biasa, mudah disembunyikan, dan sulit dideteksi melalui pemeriksaan visual standar di bandara maupun tempat hiburan.

Yang patut diwaspadai adalah pergeseran modus operandi para bandar. RR dan RN beroperasi dari apartemen di Jakarta Barat, memanfaatkan hunian vertikal yang privasinya tinggi untuk menghindari patroli rutin kepolisian. Pola distribusi semacam ini menuntut Badan Narkotika Nasional dan kepolisian memperbarui strategi intelijen mereka. Pengawasan tidak bisa lagi hanya bertumpu pada razia jalanan, melainkan harus menembus dinding-dinding unit sewa jangka pendek yang kini marak di ibu kota.

Secara logis, Polresta Bandara Soekarno-Hatta akan melacak asal-usul 71 cartridge milik XC untuk menentukan apakah barang tersebut diproduksi secara lokal atau diimpor utuh. Proses interogasi terhadap keempat tersangka bakal membuka peta distribusi lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pembeli lain dari kalangan sesama selebriti atau pemengaruh media sosial. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat sebelum sisa jaringan yang belum tertangkap memusnahkan barang bukti atau melarikan diri ke luar negeri.

BERITA TERKAIT (Selebriti)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ