Rycko Menoza Dorong BRIN Salurkan Hasil Riset untuk Penguatan UMKM Lewat Komisi X DPR

Politik
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rycko Menoza Dorong BRIN Salurkan Hasil Riset untuk Penguatan UMKM Lewat Komisi X DPR
BAGIKAN:

Anggota Komisi X DPR RI Dapil Lampung I Rycko Menoza secara tegas mendorong agar hasil riset dan produk teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tidak berhenti di laboratorium, melainkan langsung dimanfaatkan untuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Desakan ini mengemuka dalam kapasitasnya sebagai anggota komisi yang membidangi urusan pendidikan, riset, dan kebudayaan di parlemen.

Rycko menilai langkah hilirisasi riset menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha skala kecil. Produk teknologi yang dihasilkan lembaga riset negara seharusnya bisa menjawab persoalan teknis yang selama ini menghambat produktivitas UMKM di lapangan. Tanpa intervensi berbasis sains, daya saing usaha kecil akan terus tertinggal.

Komisi X DPR RI memang memiliki yurisdiksi langsung dalam mengawasi kinerja BRIN. Pengawasan tersebut mencakup evaluasi terhadap arah kebijakan riset nasional hingga memastikan anggaran penelitian memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat luas. Posisi Rycko sebagai wakil rakyat dari Dapil Lampung I memberikan perspektif langsung mengenai kondisi riil pelaku usaha di daerah pemilihannya.

Sorotan terhadap pemanfaatan riset untuk sektor akar rumput bukanlah isu baru di Senayan. Selama bertahun-tahun, anggota dewan kerap mengkritik tumpukan laporan penelitian yang tidak pernah menyentuh lantai produksi pabrik atau dapur usaha kecil. Dorongan Rycko kali ini mempertegas tuntutan agar lembaga riset mengubah orientasi kerjanya menjadi lebih aplikatif dan membumi.

Bagi jutaan pelaku UMKM di Indonesia, akses terhadap teknologi tepat guna menentukan hidup matinya usaha mereka. Jika produk inovasi BRIN berhasil disalurkan dengan mekanisme yang benar, efisiensi produksi bisa meningkat tajam sekaligus menekan biaya operasional. Ujungnya, kesejahteraan pelaku usaha kecil akan terangkat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan subsidi pemerintah.

Analisis Redaksi

Dorongan Rycko Menoza menelanjangi satu kelemahan kronis ekosistem riset kita: jurang pemisah antara meja peneliti dan lapak pedagang kecil. BRIN sebagai badan superholding riset nasional memiliki sumber daya intelektual dan infrastruktur memadai. Namun, kekayaan itu menjadi sia-sia jika tidak ada jembatan sistematis yang menghubungkan temuan ilmiah dengan kebutuhan harian pelaku UMKM.

Yang patut diwaspadai adalah potensi formalisme belaka. Pernyataan dukungan di ruang rapat dewan harus segera diikuti cetak biru distribusi teknologi yang terukur. Tanpa indikator keberhasilan yang jelas, dorongan politik semacam ini rawan menguap menjadi catatan notulensi biasa. Komisi X perlu memaksa BRIN menyusun daftar produk teknologi siap pakai beserta skema transfernya ke daerah-daerah.

Secara logis, langkah selanjutnya menuntut sinergi lintas kementerian. BRIN tidak bisa berjalan sendiri mengeksekusi mandat ini tanpa menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM serta pemerintah daerah. Pilot project di Lampung, mengingat posisi Rycko sebagai wakil Dapil Lampung I, bisa menjadi batu uji yang tepat sebelum model hilirisasi ini direplikasi secara nasional.

Meow! Tanya Nesi!
😸