Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rencana Pengangkatan Bangkai Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Hilang

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Rencana Pengangkatan Bangkai Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Hilang
BAGIKAN:

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menyiapkan rencana pengangkatan kerangka KMP Virgo Transport 8 dari dasar laut. Langkah strategis ini diambil bersamaan dengan pematangan penyiapan kontainer pendingin atau reefer container untuk mendukung proses autopsi korban yang ditemukan. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari rapat koordinasi antara Kemenhub dengan para pemangku kepentingan serta perusahaan pekerjaan bawah air, setelah survei kondisi kapal di kedalaman laut selesai dilakukan.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, memastikan bahwa dukungan kenavigasian dan pengerahan armada di lokasi kejadian tetap berjalan penuh. Ia menjelaskan bahwa penandaan lokasi kerangka kapal serta koordinasi penyelaman tim gabungan menjadi kunci utama untuk memperlancar operasi pencarian korban yang masih tersisa. "KN Kunyit telah melakukan penandaan kerangka KMP Virgo Transport 8 dengan Wreck Mark Buoy dan penandaan sementara di sekitar lokasi. KN Kunyit juga tetap berada di lokasi untuk mendukung kegiatan penyelaman dan pencarian korban oleh Tim Gabungan," ujar Hary dalam keterangan resmi pada Sabtu (19/9/2026).

Untuk penanganan logistik jenazah di darat, PT Meratus Line telah mengirimkan dua unit reefer container berukuran 20 kaki yang kini telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Selain fasilitas di darat, upaya juga dilakukan untuk menempatkan dua unit reefer container tambahan di atas kapal navigasi. Penempatan ini bertujuan mempermudah pemindahan jenazah langsung dari lokasi tenggelam ke pelabuhan tanpa harus menunggu transportasi darat yang memakan waktu lebih lama.

Data terbaru menunjukkan bahwa dari total 243 orang dalam manifes kapal, tim gabungan telah berhasil menemukan 117 korban. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat dan 9 orang meninggal dunia, sedangkan 126 orang lainnya masih berstatus hilang dan terus dicari. Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, menyatakan bahwa KN Grantin P. 211 saat ini melakukan penyisiran dan pengamatan intensif di daerah kejadian. "Kami terus mendukung upaya Tim SAR Gabungan dan berharap proses pencarian dapat berjalan lancar," tegas Rusmanu.

Di sisi lain, terobosan signifikan dicapai oleh Tim SAR Gabungan melalui penyelam TNI AL yang berhasil menemukan tiga korban yang terjebak di dalam kapal. Ketiga korban tersebut dievakuasi menuju KRI Gusti Ngurah Rai untuk kemudian dipindahkan (intercept) ke KN SAR Kamajaya dalam proses yang terkoordinasi ketat. KN SAR Kamajaya selanjutnya akan sandar di Dermaga Trisakti, Banjarmasin, sebelum korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk identifikasi. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Bramantyo, menegaskan bahwa proses salvage terhadap KM Virgo Transport 8 masih berlangsung sebagai bagian integral dari upaya pencarian. "Kami akan terus berupaya secara maksimal. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar bagi tim untuk menentukan langkah pencarian dan evakuasi selanjutnya," pungkas Bramantyo.

Analisis Redaksi

Rencana pengangkatan bangkai kapal bukan sekadar operasi teknis, melainkan kebutuhan mendesak untuk menutup fase pencarian korban. Dengan 126 orang masih hilang, keberadaan bangkai di dasar laut menjadi hambatan fisik sekaligus psikologis bagi keluarga korban. Proses salvage yang berjalan paralel dengan pencarian permukaan menunjukkan urgensi tinggi pemerintah dalam menyelesaikan tragedi ini, meskipun risiko operasional di kedalaman laut tetap menjadi tantangan utama yang harus dimitigasi.

Kesiapan infrastruktur pendingin jenazah di RS Bhayangkara Banjarmasin mencerminkan antisipasi terhadap lonjakan jumlah korban meninggal yang mungkin ditemukan pasca-pengangkatan bangkai. Koordinasi antara unsur militer, Basarnas, dan kementerian teknis terlihat solid dalam tahap awal, namun konsistensi komunikasi publik mengenai progres nyata di lapangan sangat krusial. Transparansi data korban dan metode pencarian harus dijaga untuk mencegah spekulasi liar di tengah masyarakat yang sedang berduka.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸