Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Radio Irlandia Boikot Lagu Ed Sheeran Imbas Pencoretan Macklemore

SelebritiRio DewantaraRio DewantaraSumber: CNN Selebriti
Rio Dewantara
Rio Dewantara
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Radio Irlandia Boikot Lagu Ed Sheeran Imbas Pencoretan Macklemore
BAGIKAN:

Stasiun radio Irlandia, Classic Hits Radio, resmi menghentikan pemutaran seluruh katalog lagu Ed Sheeran hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tegas ini merupakan respons langsung terhadap gelombang protes pendengar yang marah atas pencoretan rapper Macklemore dari tur Loop Tour sang penyanyi.

Keputusan kontroversial tersebut bermula dari insiden di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada awal September 2026. Saat tampil sebagai musisi pembuka, Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap masyarakat Gaza dan Palestina. Sikap politik itu berujung pada pemecatannya dari rangkaian tur Ed Sheeran.

Dave Kelly, Direktur Program Grup Bay Broadcasting yang menaungi Classic Hits Radio, menegaskan bahwa langkah boikot ini diambil untuk merespons aspirasi pendengar sekaligus menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia menekankan bahwa keputusan ini telah melalui pertimbangan matang dan bukan merupakan penilaian personal terhadap pribadi Ed Sheeran.

"Namun sebagai stasiun radio independen milik Irlandia, kami percaya penting untuk mendengarkan audiens kami dan berdiri bersama para seniman Irlandia yang mengambil keputusan profesional berdasarkan keyakinan mereka," ujar Kelly seperti dikutip Irish Independent, Kamis (17/9). Ia menambahkan bahwa posisi mereka sederhana: percaya pada perdamaian, kemanusiaan, dan rasa hormat.

Kontroversi semakin memanas setelah Macklemore mengungkap adanya tekanan dari pihak eksternal. Rapper tersebut mengklaim Robert Kraft, pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, menghubungi tim Ed Sheeran dan mengancam membatalkan jadwal konser jika Macklemore tetap tampil. Ancaman ini memicu aksi solidaritas massal, di mana sejumlah musisi pembuka lain memilih mundur dari tur tersebut.

Ed Sheeran membantah terlibat langsung dalam keputusan pencoretan tersebut. Melalui media sosial, ia menyatakan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan promotor dan pemilik venue, sambil menyampaikan keprihatinan terhadap konflik di Palestina. Di tengah kekosongan posisi pembuka, tim Sheeran menggelar kompetisi "Open for Legends" bekerja sama dengan Guitar Center sejak Senin (14/9) untuk menjaring musisi independen.

Upaya penggantian musisi pembuka justru menghadapi sabotase digital. Entertainment Weekly melaporkan pada Rabu (16/9) bahwa situs resmi pendaftaran dibanjiri ribuan unggahan meme, lelucon, dan pesan protes yang mengecam Ed Sheeran serta mendukung Palestina. Situasi ini memperlihatkan betapa isu geopolitik kini mampu melumpuhkan strategi pemasaran industri hiburan secara instan.

Analisis Redaksi

Boikot oleh Classic Hits Radio menandai pergeseran signifikan dalam daya tawar media lokal terhadap bintang global. Stasiun radio tidak lagi sekadar penyebar konten, melainkan aktor yang peka terhadap sentimen publik. Ketika nilai kemanusiaan bertabrakan dengan kepentingan komersial tur, loyalitas audiens menjadi aset yang lebih berharga daripada popularitas artis internasional.

Kegagalan kompetisi "Open for Legends" menunjukkan bahwa publik tidak mudah dialihkan dengan solusi teknis ketika merasa ada ketidakadilan moral. Serangan siber terhadap platform pendaftaran bukan sekadar iseng, melainkan bentuk protes terorganisir yang menolak normalisasi sikap apatis terhadap isu Palestina. Industri hiburan harus menyadari bahwa netralitas sering kali ditafsirkan sebagai komplicitas oleh generasi penonton saat ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸