Netflix Rilis Monster: The Lizzie Borden Story, Kisah Pembunuhan Sadis 1892 dengan Vicky Krieps
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Serial antologi Monster kembali menghadirkan kisah kriminal biografi kelam lewat musim keempat bertajuk Monster: The Lizzie Borden Story, yang tayang di Netflix mulai 17 September 2026. Delapan episode berating dewasa ini mengadaptasi kasus pembunuhan pasangan Andrew dan Abby Borden pada 4 Agustus 1892 di Fall River, Massachusetts. Untuk pertama kalinya dalam sejarah antologi tersebut, narasi berpusat sepenuhnya pada tokoh perempuan sebagai tersangka utama pembunuhan sadis.
Lizzie Borden lahir pada Juli 1860 dari pasangan Sarah Anthony Morse dan Andrew Jackson Borden. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Seharusnya ia memiliki dua kakak bernama Emma dan Alice, tetapi Alice meninggal karena hydrocephalus saat baru berusia 22 bulan. Ayahnya, Andrew, dikenal sebagai pebisnis pekerja keras keturunan Inggris dan Wales yang sangat hemat akibat pernah hidup dengan ekonomi terbatas semasa muda. Sarah meninggal dunia pada 1863 ketika Lizzie berusia tiga tahun. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1866, Andrew menikahi Abby Durfee Gray.
Pernikahan kedua itu memicu keretakan permanen di dalam rumah tangga Borden. Hubungan Lizzie dengan ibu tiri sekaligus ayahnya memburuk seiring waktu. Ia menolak memanggil Abby sebagai ibu dan hanya menyapanya dengan sebutan "Nyonya Borden". Lizzie juga secara terbuka mengkritik sikap Andrew yang terlalu memanjakan istri barunya. Ia meyakini Abby menikahi ayahnya semata-mata demi harta, sebuah kecurigaan yang menguat setelah Andrew membelikan properti untuk sejumlah kerabat keluarga Abby.
Kronologi menuju tragedi berdarah itu bermula pada malam 3 Agustus 1892. Paman Lizzie dari garis Sarah, John Morse, tiba di kediaman Borden untuk bertamu. Keesokan paginya, Morse sarapan bersama Andrew, Abby, serta asisten rumah tangga mereka, Bridget Sullivan. Setelah makan, Andrew dan Morse berbincang di ruang duduk selama hampir satu jam sebelum Morse keluar mengunjungi kerabat lain, disusul oleh Andrew. Di lantai atas, Lizzie dan Emma membersihkan kamar tamu, sementara Abby naik ke kamar tidurnya.
Satu setengah jam kemudian, Andrew pulang namun tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sullivan berusaha membuka pintu untuk majikannya tetapi gagal. Di tengah upaya itu, terdengar suara tertawa dari lantai atas. Sullivan akhirnya membantu melepas sepatu Andrew dan menggantinya dengan sandal rumah. Andrew memutuskan berbaring istirahat di sofa. Menjelang tengah hari, Lizzie berteriak bahwa ayahnya telah meninggal. Andrew ditemukan berlumuran darah dengan wajah terbelah akibat kapak. Abby juga ditemukan tewas dengan kondisi serupa. Yang membuat situasi makin mencekam, Lizzie justru menunjukkan sikap ganjil di tengah penemuan jenazah kedua orang tuanya.
Ian Brennan kembali bertindak sebagai penulis tunggal untuk proyek ini, meneruskan perannya dari musim ketiga, Monster: The Ed Gein Story. Namun, kali ini ia menyerahkan kursi sutradara kepada Max Winkler dan Sarah Adina Smith. Jajaran pemeran diisi oleh nama-nama besar seperti Vicky Krieps, Charlie Hunnam, Rebecca Hall, Jessica Barden, Joey Pollari, Billie Lourd, dan Sarah Paulson.
Analisis Redaksi
Keputusan menempatkan tokoh perempuan sebagai pusat cerita untuk pertama kalinya dalam antologi Monster menandai pergeseran pendekatan naratif yang signifikan. Kasus Lizzie Borden bukan sekadar catatan kriminal abad ke-19. Ketegangan psikologis antara seorang anak perempuan, ayah yang kaku, dan ibu tiri yang dianggap oportunis memberikan lapisan konflik domestik yang jauh lebih kompleks dibandingkan profil pembunuh berantai pada musim-musim sebelumnya.
Absennya Ian Brennan dari kursi sutradara patut dicermati. Kehadiran Max Winkler dan Sarah Adina Smith berpotensi membawa perspektif visual dan tempo penceritaan yang berbeda. Kombinasi naskah tunggal Brennan dengan gaya penyutradaraan ganda ini bisa menjadi kekuatan jika transisi antar-episode dikelola rapi, atau justru menjadi celah inkonsistensi tonal dalam delapan episode yang tersedia.
Bagi publik, serial berating dewasa ini akan kembali menguji batas kenyamanan penonton terhadap kekerasan berbasis fakta sejarah. Detail spesifik seperti suara tawa dari lantai atas saat pintu terkunci dan sikap ganjil Lizzie pasca-penemuan jenazah adalah elemen-elemen yang menuntut penanganan sinematik presisi agar tidak terjebak menjadi eksploitasi murahan. Keberhasilan musim ini sangat bergantung pada seberapa tajam kru produksi menerjemahkan ambiguitas motif tanpa menghakimi prematur sosok Lizzie Borden.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Lima Sinema Drama China Terbaru November 2026: dari Romansa VR hingga Intrik Balas Dendam Kerajaan

Rayakan 10 Tahun, 'Your Name' Kembali Putar di Bioskop Indonesia Beserta Kesan Visual 4K

Bioskop Trans TV Perkenalan Civil War (2024) di Layar Kaca, Hadirkan Rangkaian Film Aksi dan Horor 2-8 November 2026
