Kevin Lerena Turunkan Berat Badan untuk Incar Gelar Baru
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.
Mantan juara dunia kelas bridger World Boxing Council (WBC) Kevin Lerena resmi memulai program penurunan berat badan guna berlaga di kelas berat yang lebih rendah. Keputusan pebalap asal Afrika Selatan itu menandai pergulatan fisik baru setelah sebelumnya menguasai divisi 101,6 kilogram.
Lerena yang pernah mengangkang sabuk bridger WBC kini menargetkan timbangan di bawah batas 101,6 kilogram. Langkah ini diresmikan melalui unggahan tim manajemen pada Jumat, 19 September 2026, menampilkan foto latihan intensif di gym kesayangannya di Johannesburg.
Perpindahan kelas berat ini bukan hal baru bagi karir pria berusia 32 tahun tersebut. Sebelum merajai bridgerweight, Lerena pernah berkompetisi di kelas kruiser hingga berat berat, mencatat rekaman 30 kemenangan dengan 14 knockout di antara 3 kekalahan.
Pelatih lama Lerena, Peter Smith, menilai penurunan berat ini harus dilakukan dengan presisi medis agar kekuatan pukulan tidak hilang. "Kita tidak hanya mengejar angka timbangan, tapi mempertahankan kecepatan dan daya ledak yang jadi trademark Kevin," ujar Smith saat dihubungi via telepon, Senin (23/9).
Dunia tinju menantikan konfirmasi lawan dan jadwal pertarungan resmi. Promotor matches, World of Sports Boxing, mengindikasikan akan mengumumkan lawan berkualitas tinggi di kuartal empat tahun ini, membuka peluang Lerena meraih gelar dunia ke-2 di kelas berbeda.
Analisis Redaksi
Turun kelas dari bridgerweight ke kruiserweight (maksimal 90,7 kg) berarti Lerena harus mengeluarkan sekitar 11 kilogram massa tubuh. Bagi atlet usia 32 tahun, proses *cutting* sebesar itu berisiko menguras stamina dan ketahanan dagu jika tidak dikelola nutrisien dan hidrasi dengan ketat selama *training camp*.
Strategisnya, gerakan ini memposisikan Lerena di divisi kruiser yang saat ini dipenuhi petarung berbobot seperti Jai Opetaia atau Chris Billam-Smith. Jika berhasil menyesuaikan fisik, pengalaman berhadapan dengan lawan berat di kelas atas menjadi modal psikologis. Namun, kecepatan tangan lawan-lawon kruiser yang lebih ringan akan menjadi ujian baru bagi reflex Lerena yang terbiasa menembak target lebih lambat tapi lebih keras.
Langkah logis selanjutnya adalah penentuan lawan *tune-up* atau eliminator dunia. Manajemen harus hati-hati memilih lawan pertama di kelas baru: cukup kuat untuk menguji adaptasi fisik, tapi tidak terlalu berbahaya membahayakan peluang gelar dunia. Kemenangan meyakinkan di debut kruiser akan menentukan apakah Lerena layak menantang pemegang sabuk dunia atau terjebak di zona *gatekeeper*.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Persib Bandung Hadapi Melbourne Victory di ACL 2: Jadwal, Strategi, dan Dampaknya pada Grup E

2.300 Atlet Padati GOR Ciracas, Liga Taekwondo DKI Jakarta Seri 14 Gencar Bidik Regenerasi Atlet Internasional

Persib Tampil Konsisten, Persija Rawan Terlempar dari Puncak Klasemen
