Jeremejeff Akui Belum Maksimal, Taktik Shin Tae Yong Jadi Kunci Dua Gol Awal Musim
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Striker Persija Jakarta Alexander Jeremejeff mengakui adaptasinya dengan sepak bola Indonesia belum selesai, meski dua gol di dua laga pembuka Super League 2026/2027 menempatkannya di puncak papan pencetak gol sementara.
Kedua gol itu dicetak ke gawang Persib Bandung dan Borneo FC β dua tim yang menempati posisi teratas musim lalu β membuktikan ketajaman bomber asal Swedia itu di momen-momen krusial. Banyak pengamat menilai adaptasi Jeremejeff berjalan cepat, namun pria berusia 31 tahun itu justru menahan diri.
"Menurut saya, saya masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi, namun ini adalah awal yang sangat baik," ujar Jeremejeff dalam konferensi pers pra-pertandingan lawan Java United, Jumat (18/9). Nada suaranya tenang, tanpa sebutir kesombongan meski statistik mendukungnya.
Kunci performa awal menurutnya sederhana: kejelasan instruksi dari pelatih kepala Shin Tae Yong. "Saya tidak mengatakan ini mudah, tetapi saya merasa sangat disambut di sini. Taktik serta apa yang diinginkan pelatih dari saya juga sangat jelas," tambahnya. Frasa "sangat jelas" diulangnya dua kali dalam wawancara singkat itu β penanda betapa pentingnya kerangka taktis bagi striker yang baru bergabung musim ini.
Persija akan menghadapi Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9). Tim berlaga di Pulau Dewata karena Stadion Utama Gelora Bung Karno belum tersedia. Jeremejeff menargetkan lebih dari sekadar menambah koleksi gol pribadi. "Saya hanya membutuhkan lebih banyak waktu bersama tim secara keseluruhan dan beradaptasi dengan cuaca di sini. Saya yakin performa saya ke depannya akan jauh lebih baik lagi," tegasnya.
Analisis Redaksi
Kesesuaian instan antara profil Jeremejeff dan sistem Shin Tae Yong bukan kebetulan. Pelatih Korea Selatan itu dikenal membangun tim dengan struktur defensif ketat dan transisi cepat β ranah di mana striker target man berkecepatan seperti Jeremejeff berkembang. Dua gol lawan Persib dan Borneo FC lahir dari gerakan off-the-ball yang disiplin, bukan brilian individu semata. Itu artinya, mesin taktis Persija sudah berfungsi sejak dini, meski komponen barunya baru bergabung beberapa minggu lalu.
Namun, ujian nyata baru akan datang. Lawan-lawatn level menengah seperti Java United justru sering lebih sulit dibobol karena menutup ruang dan memaksa Persija bermain posisional β skenario di mana ketajaman gerakan tanpa bola dan kesabaran build-up akan diuji. Jika Jeremejeff dan tim mampu memecah benteng tertutup tanpa kehilangan bentuk defensif, barulah klaim "adaptasi cepat" layak diverifikasi. Cuaca tropis dan jadwal padat dua pekan sekali akan jadi variabel tak terhindarkan yang belum tersentuh oleh dua laga pembuka.


