GSN Berikan 200 Becak Listrik ke Pengemudi Bandung, Dorong Transisi Hijau Transportasi Rakyat

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

GSN Berikan 200 Becak Listrik ke Pengemudi Bandung, Dorong Transisi Hijau Transportasi Rakyat
BAGIKAN:

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik kepada pengemudi becak di Kota Bandung, Rabu (17/9), sebagai langkah nyata mendorong transisi transportasi ramah lingkungan di sektor informal.

Penyerahan armada tersebut dilakukan secara bertahap guna menggantikan becak konvensional yang selama ini mengandalkan tenaga kaki pengemudi. Sepuluh puluh unit pertama diserahkan secara simbolis di halaman yayasan, disaksikan oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bandung dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Umum GSN, Ahmad Heryawan, menyoroti bahwa program ini bukan sekadar hibah alat angkut, melainkan investasi pada kesejahteraan ekonomi keluarga pengemudi. "Kami ingin mereka bebas dari beban sewa harian dan kelelahan fisik yang menahun," ucapnya singkat saat menyerahkan kunci unit pertama kepada salah satu penerima, Asep Saepudin (52).

Latar belakang bantuan ini merujuk pada data internal yayasan yang mencatat mayoritas pengemudi becak di Bandung masih menyewa unit dengan biaya Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari. Dengan kepemilikan becak listrik, beban biaya operasional turun drastis karena hanya membutuhkan biaya cas baterai sekitar Rp 15.000 per hari, jauh lebih efisien dibanding siklus sewa konvensional.

Dampak langsung terasa bagi Asep dan rekan-rekannya yang selama puluhan tahun mengayuh di area Braga hingga Asia-Afrika. "Kaki saya sudah tidak kuat lagi menunggang becak manual seharian penuh. Unit listrik ini menjawab doa kami," ujar pria yang telah 30 tahun meniti karir sebagai pengemudi becak itu dengan suara agak terenggut.

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan menyambut baik inisiatif swasta ini, menganggapnya selaras dengan program Kota Layak Peduli Lingkungan. Kasubbid Angkutan Umum Dishub Bandung, Dedi Supriadi, menegaskan pihaknya akan memfasilitasi izin operasi serta menyiapkan titik cas publik di sejumlah terminal agar armada ini berkelanjutan.

Analisis Redaksi

Inisiatif GSN ini menandakan pergeseran paradigma filantropi dari pemberian konsumtif ke pemberdayaan produktif berbasis teknologi. Seratus dua puluh unit becak listrik bukan hanya angka statistik, melainkan representasi nyata dari upaya mengurangi emisi karbon di sektor mikro sekaligus mengangkat martabat pekerja informal yang selama ini terpinggirkan dari kebijakan modernisasi transportasi.

Namun, keberlanjutan program ini akan diuji di lapangan bukan saat kunci diserahkan, melainkan enam bulan ke depan saat baterai mulai menurunkan performa dan bengkel perbaikan terbatas. Peran pemerintah daerah krusial di sini: bukan hanya mengurus izin, tapi memastikan ekosistem pendukung — infrastruktur cas, spare part, hingga asuransi kecelakaan — benar-benar berjalan. Tanpa itu, armada hijau ini berisiko jadi monumen kebanggaan sesaat yang lalu ditinggal karatan di pinggir jalan.

Meow! Tanya Nesi!
😸