Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gol Martin Dibalas Hamra, Persebaya Imbang 1-1 dari Garudayaksa di Super League

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Gol Martin Dibalas Hamra, Persebaya Imbang 1-1 dari Garudayaksa di Super League
BAGIKAN:

Pertandingan kelima Super League berakhir dengan hasil imbang 1-1 antara Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9). Drama terjadi hingga menit akhir setelah gol penyeimbang dicetak Hamra Hehanussa pada menit ke-89, memupus harapan tuan rumah meraih tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.

Laga dibuka dengan tempo sedang di babak pertama. Jefferson Silva nyaris membuka skor pada menit keenam, namun tendangan kaki kirinya melebar di sisi kiri gawang Garudayaksa. Tamu langsung merespons dua menit berselang lewat Aleksandar Busnic yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, meski bola hanya menyamping di sisi kanan gawang Persebaya.

Tekanan Garudayaksa cukup merepotkan lini belakang Bajol Ijo, terutama karena ketajaman Andik Vermansah dalam mengorganisir serangan. Ancaman terbesar datang pada menit ke-35 ketika tendangan kaki kanan kapten Garudayaksa tersebut membentur tiang kanan gawang Persebaya. Di sisi lain, Persebaya sempat menyia-nyiakan peluang emas saat Yuran Fernandes gagal menyundul sempurna umpan silang Diogo Ramalho pada menit ke-40, padahal posisinya tidak terkawal.

Babak kedua dimulai dengan kontroversi. Miguel Pereira mencetak gol indah lewat tendangan kaki kiri pada menit ke-47, namun wasit menganulirnya setelah konfirmasi VAR menyatakan posisi offside. Persebaya terus mendominasi penguasaan bola, namun soliditas pertahanan Garudayaksa membuat ruang gerak striker tuan rumah semakin sempit. Striker pengganti Ramadhan Sananta sempat punya kans pada menit ke-84, namun operannya di kotak penalti berhasil dibaca lawan.

Gol yang ditunggu akhirnya tercipta di masa injury time babak kedua. Umpan silang akurat Jefferson Silva dari sisi kiri disambar sundulan Alex Martin di kotak penalti, mengalahkan antisipasi kiper Dominik Holec. Euforia tuan rumah tidak berlangsung lama. Hanya dua menit berselang, Hamra Hehanussa memanfaatkan umpan silang Christian Frydek dari sisi kanan untuk mencetak gol penyeimbang 1-1 pada menit ke-89. VAR memastikan gol tersebut sah. Dominik Holec kemudian menyelamatkan sisa pertandingan dengan beberapa penyelamatan krusial hingga peluit akhir berbunyi.

Analisis Redaksi

Kegagalan Persebaya mempertahankan keunggulan hingga akhir laga menyoroti masalah klasik dalam transisi defensif. Setelah mencetak gol, intensitas pressing turun drastis, memberi ruang bagi Garudayaksa yang memang mengandalkan kecepatan serangan balik. Gol Hamra Hehanussa bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil eksploitasi terhadap kelengahan bek sayap Persebaya yang terlambat menutup ruang kosong di area penalti.

Sementara itu, keputusan VAR yang menganulir gol Miguel Pereira menjadi titik kritis yang mengubah psikologi permainan. Meskipun secara aturan keputusan tersebut benar, momentum mental Persebaya sedikit terganggu sebelum akhirnya bangkit lewat gol Alex Martin. Namun, ketahanan mental untuk menahan hasil imbang ternyata masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih dalam mengelola konsentrasi pemain di lima menit terakhir.

Bagi Garudayaksa, hasil ini adalah bukti bahwa strategi bertahan rapat dan efektifitas serangan balik dapat menetralisir dominasi penguasaan bola lawan. Performa Andik Vermansah yang hampir mencetak gol dan assist dari Christian Frydek menunjukkan kohesi tim tamu yang kian matang. Sebaliknya, Persebaya harus mengevaluasi efisiensi penyelesaian akhir dan kewaspadaan defensif agar tidak lagi kehilangan poin di detik-detik penentuan.

BERITA TERKAIT (Olahraga)

Meow! Tanya Nesi!
😸