Deretan Drama Korea Remake Serial Asing Terbaik yang Wajib Masuk Watchlist
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Industri hiburan Korea Selatan semakin gencar mengadaptasi serial sukses dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika, Spanyol, hingga Prancis, dan membuktikan bahwa sentuhan lokal mampu membuat cerita lama terasa segar serta emosional. Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, tren adaptasi ini melonjak sejak layanan streaming global membuka pasar dunia secara masif bagi konten Korea, dengan cakupan genre mulai dari thriller, hukum, aksi, hingga komedi romantis. Fenomena ini menunjukkan keberanian kreator lokal dalam merombak premis internasional agar selaras dengan konteks budaya dan sosiopolitik Semenanjung Korea.
Di ranah thriller dan misteri, The World of the Married yang diadaptasi dari serial BBC One berjudul Doctor Foster menjelma sebagai fenomena nasional sejak tayang di JTBC pada 27 Maret hingga 16 Mei 2020. Drama yang kini bisa disaksikan melalui Viu dan Netflix ini mengisahkan dokter keluarga sukses bernama Ji Sun-woo yang membalas pengkhianatan suaminya, Lee Tae-oh, dengan intensitas tinggi yang memecahkan rekor rating tertinggi dalam sejarah TV kabel Korea. Kesuksesan serupa dicatatkan oleh One Ordinary Day garapan ulang dari serial Inggris Criminal Justice karya Peter Moffat, yang tayang perdana di Coupang Play pada 27 November 2021 dan mendapuk Kim Soo-hyun sebagai pemeran utama dalam drama 8 episode tentang sistem peradilan pidana.
Daftar adaptasi ini juga merambah judul-judul segar seperti Queen Mantis yang diangkat dari serial thriller Prancis La Mante dan tayang di SBS TV dari 5 hingga 27 September 2025. Dibintangi oleh Go Hyun-jung dan Jang Dong-yoon atas saran rumah produksi Mega Monster yang mengubah formatnya dari film menjadi serial, drama ini menyuguhkan dilema moral antara seorang pembunuh berantai berjuluk Mantis dan putranya yang bekerja sebagai polisi. Sementara itu, pada kategori aksi dan perampokan, Money Heist: Korea yang dirilis Netflix pada tahun 2022 sukses membedakan diri dari versi Spanyol aslinya lewat latar fiktif penyatuan Korea Utara dan Korea Selatan serta penggunaan topeng tradisional Hahoe yang sarat kritik sosial.
Pengembangan genre prosedural kepolisian dan hukum turut diperkuat melalui kehadiran Criminal Minds versi Korea di tvN pada 2017 yang mempertemukan kembali Lee Joon-gi dan Moon Chae-won dalam pendekatan psikologis tim profiler NCI. Nuansa bromance ruang sidang juga mendominasi Suits versi Korea yang tayang di KBS2 sebanyak 16 episode sejak 25 April hingga 14 Juni 2018, mempertemukan aktor Jang Dong-gun dengan Park Hyung-sik yang meraih Netizen Award. Perjalanan panjang tren ini dirintis oleh adaptasi serial Amerika The Good Wife di tvN pada 2016 yang menampilkan transformasi Kim Hye-kyung dalam menghadapi skandal korupsi suaminya, Lee Tae-joon, sekaligus menegaskan kekuatan narasi hukum berkelas di televisi kabel.
Seluruh jajaran drama adaptasi tersebut menunjukkan bahwa kunci keberhasilan sebuah remake terletak pada kepiawaian penulis naskah dalam menerjemahkan isu universal ke dalam realitas sosial lokal yang dekat dengan penonton. Dari latar belakang fiktif unifikasi negara hingga intrik rumah tangga kelas atas, para sineas Korea tidak sekadar melakukan terjemahan harfiah, melainkan membangun ulang konflik yang memicu keterlibatan emosional mendalam bagi pemirsa global maupun domestik.
Analisis Redaksi
Maraknya tren adaptasi serial asing di industri drama Korea menegaskan adanya pergeseran strategi kreatif yang matang dari para produsen konten dalam meminimalkan risiko finansial sekaligus memaksimalkan daya tarik global. Membeli hak kekayaan intelektual dari serial yang telah teruji sukses di pasaran internasional memberikan fondasi cerita yang kokoh, sehingga rumah produksi dapat memusatkan energi kreatif mereka pada penguatan karakter, pendalaman emosi, dan kontekstualisasi budaya lokal yang menjadi ciri khas drama Korea.
Ke depan, tantangan terbesar bagi para kreator di Korea Selatan adalah menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap materi asli dan kebebasan eksplorasi naratif agar tidak terjebak dalam repetisi. Publik perlu mewaspadai potensi kejenuhan pasar apabila adaptasi dilakukan secara massal tanpa kurasi kualitas yang ketat, yang justru dapat mengaburkan orisinalitas identitas sinema Korea yang selama ini diagungkan penonton dunia.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

The Remarried Empress Tayang Lebih Awal, Rilis 4 Episode Sekaligus di Disney+

The Remarried Empress Tayang Percepat 3 November, 4 Episode Pertama Dilepas Serentak di Disney+

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru
